TERKINI

Akademisi Uncen Curiga Aktivis HAM di Papua Dendam Terhadap Aparat Keamanan

Apr 16 2022641 Dilihat

JAKARTA I Jurnalpagi.id –  Akademisi Universitas Cenderawasih Jayapura Marinus Yaung menilai para aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua sangat diskriminatif.

Menurutnya para pegiat HAM di Papua hanya berbicara ketika warga lokal yang menjadi korban kekerasan atau pembunuhan.

“Ketika warga non-lokal atau pendatang menjadi korban, mereka diam seribu bahasa dan tidak berbicara seakan mereka buta,” ucapnya Marinus Yaung dihubungi  oleh wartawan JurnalPagi.id di Jayapura, Sabtu (16/4/2022)

Contoh kecil diutarakan Marinus, yakni ketika tenaga kesehatan, guru, dan tukang ojek bahkan fasilitas penunjang masyakakat menjadi korban kebrutalan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), tidak terdengar suara para aktivis HAM di Papua.

“Ketika ada hak hidup seseorang dirampas, seharusnya pegiat HAM beridiri di depan, berbicara dan mengutuk aksi itu, tetapi nyatanya apa? Diam dan tidak berkomentar,” tegasnya.

Padahal setiap warga negara yang hidup di Papua memiliki hak sama, bukan hanya warga lokal saja.

“Jangan banding-bandingkan dia orang Papua atau tidak, intinya setiap warga negara yang hidup di Papua memiliki hak yang sama,” tegasnya.

Marinus menduga para aktivis HAM yang diskriminatif ini memiliki dendam tersendiri terhadap aparat keamanan dan negara sehingga setiap tindakan mereka sangat subjektif.

Akademi dari Uncen Marinus Yaung menilai para aktivis HAM di Papua tidak objektif dan diskriminatif karena punya dendam terhadap aparat keamanan.

“Ingat bahwa apa pun profesi kita termasuk pembela HAM, kalau sudah ada dendam, maka kita tidak bisa objektif dalam melihat persoalan dan ini menjadi persoalan di Papua,” bebernya.

Beberapa bulan lalu, tenaga kesehatan di Kabupaten Pegunungan Bintang di Papua menjadi korban pembunuhan dan kekerasan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata.

Baca juga :  Rocky Gerung: Kalau Kita Lihat, Kampanye Ganjar Itu Cuma Soal Radikalisme

Para aktivis HAM di Papua tidak berkomentar, padahal para nakses tersebut bekerja demi memberikan pelayanan kesehatan kepada para warga lokal

(jpm)

Share to

Related News

HR Club Gandeng Pemkab, Targetkan 100 Pe...

by Feb 15 2026

Pasuruan, Jurnalpagi.id – Bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan HR Club resmi menandatangani M...

Sosialisasikan DTSEN, Kemensos RI Pastik...

by Feb 07 2026

Pasuruan, Jurnalpagi.id / Kementerian Sosial Republik Indonesia secara intensif menggelar sosialisas...

Pemeliharaan Jalan Bangil–Wonokerto Ra...

by Des 26 2025

Pasuruan Jurnalpagi.id – Pekerjaan pemeliharaan berkala ruas jalan Bangil–Wonokerto sepanjan...

Penyedia Janji 7 Hari Ke Depan Aspal Won...

by Des 18 2025

Pasuruan Jurnalpagi.id – Pengerjaan ruas jalan Wonosunyo, Gempol, terus dikebut menjelang masa...

Kejar Target Hingga Malam, Pegawai BMBK ...

by Des 16 2025

Pasuruan Jurnalpagi.id – Pegawai Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Kabupaten Pasurua...

Job Fair Pasuruan 2025, Cara Pemkab Buka...

by Des 12 2025

Pasuruan Jurnalpagi.id – Senyum Halifah Alifatussa’diyyah merekah siang itu di halaman Job F...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top