TERKINI

Akademisi Uncen Curiga Aktivis HAM di Papua Dendam Terhadap Aparat Keamanan

Apr 16 2022293 Dilihat

JAKARTA I Jurnalpagi.id –  Akademisi Universitas Cenderawasih Jayapura Marinus Yaung menilai para aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua sangat diskriminatif.

Menurutnya para pegiat HAM di Papua hanya berbicara ketika warga lokal yang menjadi korban kekerasan atau pembunuhan.

“Ketika warga non-lokal atau pendatang menjadi korban, mereka diam seribu bahasa dan tidak berbicara seakan mereka buta,” ucapnya Marinus Yaung dihubungi  oleh wartawan JurnalPagi.id di Jayapura, Sabtu (16/4/2022)

Contoh kecil diutarakan Marinus, yakni ketika tenaga kesehatan, guru, dan tukang ojek bahkan fasilitas penunjang masyakakat menjadi korban kebrutalan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), tidak terdengar suara para aktivis HAM di Papua.

“Ketika ada hak hidup seseorang dirampas, seharusnya pegiat HAM beridiri di depan, berbicara dan mengutuk aksi itu, tetapi nyatanya apa? Diam dan tidak berkomentar,” tegasnya.

Padahal setiap warga negara yang hidup di Papua memiliki hak sama, bukan hanya warga lokal saja.

“Jangan banding-bandingkan dia orang Papua atau tidak, intinya setiap warga negara yang hidup di Papua memiliki hak yang sama,” tegasnya.

Marinus menduga para aktivis HAM yang diskriminatif ini memiliki dendam tersendiri terhadap aparat keamanan dan negara sehingga setiap tindakan mereka sangat subjektif.

Akademi dari Uncen Marinus Yaung menilai para aktivis HAM di Papua tidak objektif dan diskriminatif karena punya dendam terhadap aparat keamanan.

“Ingat bahwa apa pun profesi kita termasuk pembela HAM, kalau sudah ada dendam, maka kita tidak bisa objektif dalam melihat persoalan dan ini menjadi persoalan di Papua,” bebernya.

Beberapa bulan lalu, tenaga kesehatan di Kabupaten Pegunungan Bintang di Papua menjadi korban pembunuhan dan kekerasan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata.

Baca juga :  Gus Wafi Maimoen Zubair: PPP Harus Usung Anies di Pilpres 2024

Para aktivis HAM di Papua tidak berkomentar, padahal para nakses tersebut bekerja demi memberikan pelayanan kesehatan kepada para warga lokal

(jpm)

Share to

Related News

GERAM Lurug Kantor Bupati Tolak Dugaan M...

by Jun 19 2024

Pasuruan | jurnalpagi.id – Dugaan adanya monopoli kegiatan proyek yang ada di lingkungan pemer...

Segenap Pimpinan dan Anggota Dewan Perwa...

by Jun 18 2024

Baca juga :  Shalat Tarawih pertama, ratusan masyarakat penuhi masjid nurul amal.

Roadshow Lomba Foto Dan Video Satwa ke-3...

by Jun 15 2024

Pasuruan | jurnalpagi.id – Taman Safari Indonesia kembali menggelar event spesial berskala Int...

Rapimcab Gerindra Rekomendasikan Rusdi S...

by Jun 15 2024

Pasruruan | jurnalpagi.id – Menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (pemilukada) serentak tahun...

H. Juma’in Pendatang Baru Gerindra...

by Jun 06 2024

Pasuruan jurnalpagi.id – Perhelatan politik yang belum lama berlangsung memunculkan nama baru ...

Bahas Pilkada, PPP Jemput Bola Datangi D...

by Jun 06 2024

Pasuruan jurnalpagi.id – Komunikasi antar parpol menjelang pilkada serentak kembali digelar di...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top