TERKINI

Ambrosius Mulait: Jokowi Tetap Otoriter dan Rasis Terhadap Rakyat Papua

Mei 18 2022594 Dilihat

JAKARTA, Jurnalpagi.id – Indonesia di bawah kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) tetap Otoriter dan rasis di Papua

“Wajah Indonesia di West Papua di Kepem @jokowi tetap otoriter & tidak berguna,” kata mantan  politik kasus Papua Ambrosius Mulait di akun Twitter-nya, Selasa (17/5/2022).

Kata Ambrosius, kebijakan Jokowi melalui otonomi khusus (otsus) dan daerah otonomi baru (DOB) merupakan penjajahan di Papua untuk kepentingan pribadi bukan untuk rakyat Papua./Rakyat Indonesia

“Kebijakannya penuh rasis dimana rakyat  Papua menjadi korban penjajahan melalui otsus & DOB,”hanya untuk kepentingan pribadi bukan untuk rakyat Papua ungkapnya.

Menurut Ambrosius, Jokowi ingin mempraktikkan perang di Papua dengan mengirimkan anggota TNI/Polri.

“Gimana logika @jokowi Selesaikan Konflik dengan Perang bukankan memperparah situasi. 450 TNI ke Papua besok pulang mahat keluarga yg korban bukan petinggi negara,” jelasnya.

Baca juga :  Hotman Paris Tepis Tuduhan Pelecehan Terhadap Asprinya,
Share to

Related News

GERAM Lurug Kantor Bupati Tolak Dugaan M...

by Jun 19 2024

Pasuruan | jurnalpagi.id – Dugaan adanya monopoli kegiatan proyek yang ada di lingkungan pemer...

Segenap Pimpinan dan Anggota Dewan Perwa...

by Jun 18 2024

Baca juga :  Yan Mendenas : Selama KKB Angkat Senjata, Hingga Kiamat pun Papua Tak Akan Damai

Roadshow Lomba Foto Dan Video Satwa ke-3...

by Jun 15 2024

Pasuruan | jurnalpagi.id – Taman Safari Indonesia kembali menggelar event spesial berskala Int...

Rapimcab Gerindra Rekomendasikan Rusdi S...

by Jun 15 2024

Pasruruan | jurnalpagi.id – Menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (pemilukada) serentak tahun...

H. Juma’in Pendatang Baru Gerindra...

by Jun 06 2024

Pasuruan jurnalpagi.id – Perhelatan politik yang belum lama berlangsung memunculkan nama baru ...

Bahas Pilkada, PPP Jemput Bola Datangi D...

by Jun 06 2024

Pasuruan jurnalpagi.id – Komunikasi antar parpol menjelang pilkada serentak kembali digelar di...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top