TERKINI

Banding Jaksa Dikabulkan, Herry Wirawan di Vonis Hukuman Mati

Apr 04 20221.057 Dilihat

Bandung | JurnalPagi.id – Upaya Banding yang diajukan oleh jaksa penuntut umum (JPU) yang meminta vonis hukuman mati pemerkosa 13 santriwati di Bandung, dengan terdakwa Herry Wirawan. Dikabulkan oleh Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Bandung.

“Menerima permintaan banding dari jaksa/penuntut umum. Menghukum terdakwa Herry Wirawan oleh karena itu dengan pidana mati,” kata hakim PT Bandung yang diketuai oleh Herri Swantoro berdasarkan dokumen putusan yang diterima, Senin (4/4/2022).

Dijatuhi hukuman mati

Vonis tersebut dibacakan secara terbuka pada hari Senin, (4/4/2022). Dalam putusan banding, majelis hakim memperbaiki putusan sebelumnya yang menghukum Terdakwa Herry Wirawan dengan pidana seumur hidup menjadi hukuman mati. “Menetapkan terdakwa tetap ditahan,” ujarnya.

Amar putusan banding PT Bandung

Dalam perkara ini, Herry tetap dijatuhi hukuman sesuai Pasal 21 KUHAP jis Pasal 27 KUHAP jis Pasal 153 ayat ( 3) KUHAP jis ayat (4) KUHAP jis Pasal 193 KUHAP jis Pasal 222 ayat (1) jis ayat (2) KUHAP jis Pasal 241 KUHAP jis Pasal 242 KUHAP, PP Nomor 27 Tahun 1983, Pasal 81 ayat (1), ayat (3) jo Pasal 76.D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo pasal 65 ayat (1) KUHP dan ketentuan-ketentuan lain yang bersangkutan.

Putusan Tingkat Pertama (pidana seumur hidup)

Sebelumnya diberitakan, majelis hakim tingkat pertama menjatuhkan hukuman pidana penjara seumur hidup terhadap terdakwa Herry Wirawan. Dalam pertimbangannya Majelis Hakim mengatakan Terdakwa Herry terbukti memerkosa 13 santriwati yang merupakan anak didiknya.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup,” kata Hakim saat membacakan amar putusan.

Baca juga :  Peringati Harkitnas, PMII Surabaya Suarakan Mosi Tidak Percaya KPK

Selain itu, menurut pendapat majelis Hakim terdakwa yang merupakan pendidik dan pengasuh  pondok pesantren (ponpes) sudah sepatutnya melindungi dan membimbing anak-anak yang belajar, sehingga anak-anak yang mondok dapat tumbuh dan berkembang.

Tetapi perbuatan Terdakwa justru memberi contoh tidak baik dan merusak masa depan anak-anak.

Majelis Hakim tingkat pertama menyatakan perbuatan terdakwa Herry Wirawan terbukti bersalah sesuai dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Dan (5) jo Pasal 76.D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Fakta Persidangan

Seperti diketahui sebelumnya, Terdakwa Herry Wirawan selaku pengasuh ponpes dalam melakukan aksi bejatnya dibeberapa lokasi diantaranya di gedung yayasan KS, pesantren TM, pesantren MH, basecamp, apartemen TS Bandung, hotel A, hotel PP, hotel BB, hotel N, dan hotel R.

Perbuatan bejat terdakwa Herry ini telah berlangsung sejak 2016 sampai 2021. (Ujk/mtfk)

Share to

Related News

Buron Selama Lima Tahun, Eko Sugondo Ter...

by Apr 28 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Pelarian panjang terpidana kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) berakh...

Penyidik Pidsus Kejari Surabaya Tahan Pe...

by Apr 28 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Surabaya mena...

Diduga Lecehkan Pegawai Honorer, Mantan ...

by Apr 23 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Seorang jaksa aktif di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sekaligus mantan Kasi Da...

Status Penahanan Dirubah, Hermanto Oerip...

by Apr 23 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak resmi menahan terdakwa Hermanto Oer...

Dituntut 3 Tahun 10 Bulan, Hakim Perinta...

by Apr 20 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Tuntutan pidana tiga tahun 10 bulan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU)...

DPO Notaris Lutfi Afandi Terpidana Penip...

by Apr 12 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Negeri Surabaya bersama Jaksa Eksekutor...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top