TERKINI

Buntut Dugaan KDRT, Bos Klub Basket Dilimpahkan Tahap Dua ke Kejaksaan

Feb 14 2022569 Dilihat

SURABAYA | jurnalpagi.id – The Irsan Pribadi Susanto, bos klub basket Pasific Caesar Surabaya menjalani tahap dua atas kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, Senin (14/2/2022). Pihak Irsan berharap adanya perdamaian demi melindungi psikologis anak-anaknya.

Irsan yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan KDRT tiba di kantor Kejari Tanjung Perak sekitar pukul 11.30 WIB. Irsan didampingi oleh kuasa hukumnya yakni Filipus NRK Goenawan. Tak hanya itu, Chrisney Yuan Wang, istri Irsan sekaligus pelapor kasus ini juga nampak hadir pada pelimpahan tahap dua ini.

Setelah berjam-jam menjalani pelimpahan tahap dua, Irsan dan kuasa hukumnya akhirnya keluar dari kantor Kejari Tanjung Perak sekitar pukul 17.00 WIB. “Tahap dua sudah dijalankan, kami menghormati proses hukum karena itu yang diminta pelapor. Kami kooperatif karena kita menghormati penyidik dan jaksa,” ujar Filipus kepada wartawan.

Saat menjalani pelimpahan tahap dua, jaksa tidak melakukan penahanan terhadap Irsan. Jaksa hanya memutuskan untuk melakukan penahanan kota terhadap Irsan. “Jadi korban (pelapor) datang ke sini untuk memastikan Pak Irsan ditahan, namun setelah kami melakukan upaya akhirnya statusnya hanya tahana kota,” ungkapnya.

Filipus juga mengungkapkan bahwa sebenarnya Kejari Tanjung Perak juga telah melakukan restorative justice. Hal itu dilakukan agar Irsan dan istrinya berdamai dan menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan. “Tadi sempat dilakukan upaya perdamaian, namun gagal. Istri menolak (damai) dan meminta kepastian hukum untuk disidangkan,” jelasnya.

Namun meski upaya damai selalu mendapat penolakan dari sang istri, Filipus menyebut Irsan tetap berharap nantinya akan ada perdamaian. “Semoga ke depan bisa berdamai lah. Sampai kapan pun kami selalu membuka pintu untuk perdamaian,” terangnya.

Baca juga :  Timothy Jadi Terdakwa Akibat Kelabuhi Leasing Demi Dapat Fee 15 Juta

Menurut Filipus, upaya perdamaian diperlukan karena Irsan sangat memikirkan masa depan anak-anaknya. “Karena kita memikirkan psikologi anak. Karena jangan sampai anak juga ikut menjadi pesakitan,” pungkasnya.

Sementara itu, Chrisney saat dikonfirmasi terkait kasus ini dirinya memilik menolak memberikan komentara. “No comment,” katanya sembari berjalan meninggal awak media.

Terpisah, kuasa hukum Chrisney yakni Kriswanto mengaku bahwa pihaknya menginginkan adanya keadilan. Saat ini pihaknya akan menunggu Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim untuk melimpahkan perkara ini ke pengadilan. “Kita ini pelapor, ya kita menolak ketika ditawari mediasi (perdamaian) seperti itu,” kata Kriswanto.

Perlu diketahui, The Irsan Pribadi Susanto, bos Pasific Caesar Surabaya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Jatim atas laporan istrinya Chrisney Yuan Wang. Dalam laporanya, Chrisney menuding Irsan telah melalukan KDRT kepada dirinya. Tak terima, Irsan pun lantas juga melaporkan istrinya tersebut atas tuduhan telah melakukan tindak pidana pencurian. (ndi)

Share to

Related News

Dewan Perwakilan Mahasiswa FH Untag Sura...

by Jun 22 2024

Surabaya | jurnalpagi.id Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Hukum Untag Surabaya menggelar se...

PN Surabaya Menolak Gugatan PT Best Crus...

by Jun 15 2024

Surabaya | jurnalpagi.id – Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang diajukan PT Best Crusher...

Taufan Dzaky Athallah Sebut Menjadi Advo...

by Jun 10 2024

Surabaya | jurnalpagi.idYayasan Pendampingan dan Bantuan Hukum Indonesia atau disebut YPBHI selaku p...

Kades Saikhu Bantah Soal Dugaan Penipuan...

by Mei 31 2024

Pasuruan | jurnalpagi.id – Didampingi penasehat hukumnya, Saikhu, Kepala Desa(kades) Orobulu, ...

Wang Suwandi Terdakwa Perkara Penipuan d...

by Mei 31 2024

Surabaya | jurnalpagi.id Wang Suwandi, terdakwa perkara penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 1 m...

Barang Bukti Perkara Pidana Periode Dese...

by Mei 31 2024

Surabaya | jurnalpagi.id Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak melakukan pemusnahan barang bukti d...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top