TERKINI

Din Syamsuddin: Pelaku Ujaran Kebencian adalah Kaum Perusak dan Pengecut

Mei 27 20221.017 Dilihat

Jakarta, JurnalPagi.id – Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin menegaskan ujaran kebencian bertentangan dengan ajaran agama mana pun. Sebab, sikap ini merupakan salah satu sumber malapetaka peradaban ucapnya,Jum’at (27/5/2022)

“Seorang Muslim dianjurkan untuk mengatakan ucapan yang baik, atau lebih baik diam. Ujaran kebencian yang memenuhi jagad manusia, baik bentuk fobia terhadap sesuatu agama seperti Islamofobia ataupun labelisasi terhadap sesuatu kelompok adalah sumber malapetaka peradaban. Pelaku-pelakunya adalah kaum perusak,”

Lebih lanjut, kata Din, ujaran kebencian sesungguhnya lahir pada rasa ketakutan akan sebuah kelompok, atau bangsa atau kepercayaan tertentu. Sejatinya, ujaran kebencian apapun bentuknya, adakah sikap irrasional yang hanya dilakukan oleh orang-orang pengecut yang tidak bertanggung jawab.

“Maka, sudah waktunya umat manusia cinta kebenaran dan kedamaian, untuk bangkit bersama melawan kelompok pengecut ini, seperti para buzzer, baik yang bekerja karena kebodohan maupun yang menjadikannya sebagai mata pencaharian,” pungkas ujar Guru Besar Fisip UIN Jakarta itu.

Lebih lanjut, Ketua Majelis Permusyawaratan Partai (MPP) Partai Pelita ini menuturkan, jika ada seseorang yang berujar kebencian, maka cukup disambut dengan tertawa sambil didoakan untuk mendapat hidayah Illahi terhadap yang keterlaluan memang pantas diadukan ke proses hukum.
kata Din dalam keterangannya, kepada wartawan Jurnalpagi.id (26/5/2022).

Diketahui, konferensi ini adalah event tahunan yang berlangsung sejak 2010, meski sempat terhenti dua tahun terakhir karena pandemi Covid-19.

Adapun pada pertemuan ke-12 tahun ini membahas tema utama Religion and Hate Speech: Scripture and Practices (Agama dan Ujaran Kebencian: Kitab Suci dan Praktik).

Terdapat 500 tokoh berbagai agama, akademisi, dan pencipta perdamaian dunia, dari berbagai negara dunia hadir dalam konferensi itu.

Baca juga :  Hotman Paris Tepis Tuduhan Pelecehan Terhadap Asprinya,

Dalam tema besarnya, konferensi tersebut membahas mengenai ujaran kebencian menjadi masalah global yang menciptakan ketegangan bahkan konflik baik antar agama maupun antar bangsa.

Share to

Related News

Peran Divisi Legal dalam Menjaga Kepasti...

by Nov 28 2025

Profil Mahasiswa : Sheva Gelombang Bernadine Surabaya | jurnalpagi.id Di balik lancarnya bisnis otom...

Magang pada DPRD Kota Surabaya, Mahasisw...

by Nov 24 2025

Profil Mahasiswa : Bintang Airlangga Definzky Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 S...

Mahasiswa FH Untag Surabaya Bahas Anak S...

by Nov 16 2025

Artikel Oleh Isman Remson Tallalus 1312200274 Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Surabaya | jur...

Magang Pada PT Kerta Rajasa Raya, Ahmad ...

by Nov 09 2025

Artikel Oleh : Ahmad Raihan Vianda Putra Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Surabaya | jurnalpa...

Mahasiswa FH Untag Surabaya Banyak Belaj...

by Nov 09 2025

Oleh Muhammad Gilang Ramadhan Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Surabaya | jurnalpagi.id Dalam...

Magang Pada PT Kerta Rajasa Raya Mahasis...

by Nov 09 2025

Artikel Oleh Zahi Rayyan Tsabit Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Surabaya | jurnalpagi.id Dun...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top