TERKINI

Dugaan Kasus Pemotongan Insentif Pegawai BPKPD, Kejaksaan Naikkan Status ke Penyelidikan

Mei 09 2024227 Dilihat

Pasuruan | jurnalpagi.id – Penyidikan kasus pemotongan insentif pegawai Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), kini statusnya dinaikan menjadi penyelidikan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan

Kenaikan status tersebut menandai bahwa kasus ini terus bergulir. Korps Adhyaksa kembali memanggil sejumlah pegawai BPKPD untuk dimintai keterangan.

Bahkan, pemeriksaan ini digelar secara marathon. Selama tiga hari ini, sudah 120 orang lebih yang dipanggil ke Kejaksaan untuk dimintai keterangan lebih lanjut di tahapan penyidikan sekarang.

Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan Agung Tri Raditya membenarkan informasi naiknya status kasus dugaan pemotongan di internal kejaksaan dari penyelidikan menjadi penyidikan.

“Jumat kemarin sprindiknya sudah ditandatangani. Setelah kami ekspos beberapa kali, akhirnya penyelidiki memutus bahwa penyelidik menemukan minimal dua alat bukti untuk menaikkan ke penyidikan,” katanya, Rabu (8/4/2024).

Pihaknya memanggil beberapa staff di BPKPD pada tahap penyelidikan dan dimintai keterangan terkait dugaan pemotongan. Sedangkan di tahap penyidikan, terkait siapa yang memotong.

“Setelah alat bukti sudah ditemukan, sekarang kami akan mencari siapa yang harus bertanggung jawab terkait pemotongan ini. Ini sedang kami dalami lebih lanjut lagi,” tegas Agung Tri Raditya.

Sementara itu Lujeng Sudarto Direktur Pusat Studi Dan Advokasi Kebijakan (PUS@KA) mengatakan, Kejaksaan memang harus segera menetapkan siapa yang menjadi tersangka dalam kasus ini untuk memberikan kepastian hukum.

“Penyidik harus memberlakukan asas Presumption of Guilt (asas praduga bersalah) karena asas praduga tak bersalah hanya digunakan bagi majelis hakim sebelum diputus bersalah,” tegas Lujeng

Jika sudah ditemukan dua alat bukti, lanjut Lujeng, penyidik sudah mengantongi siapa calon tersangkanya. Ia menguraikan, penyidik jangan setengah hati untuk menetapkan pelakunya.

Baca juga :  Saksi Ahli Sebut Perkara Dugaan Penipuan Investasi PT BBC Masuk Ranah Perdata

“Penyidik jangan melihat ini terjadi di triwulan terakhir tapi harus ditarik ke belakang. Penyidik harus memiliki logic frame, aliran duit potongan itu ke siapa dan mastermindnya siapa,” ucapnya(wan/adi)

Share to

Related News

Bartender Cruz Lounge Bar Vasa Hotel Div...

by Jul 24 2024

Surabaya | jurnalpagi.id Arnold Zadrqch Satiyana, terdakwa kasus miras maut di Cruz Lounge Bar Vasa ...

Sidang Lanjutan Perkara Penganiayaan, Ku...

by Jul 23 2024

Surabaya | jurnalpagi.id Sidang kasus dugaan penganiayaan di loby Apartemen One Icon Residence pada ...

Kejati Jatim Gelar Upacara Peringatan HB...

by Jul 23 2024

Surabaya | jurnalpagi.id Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur Gelar Upacara Untuk Memperingati Hari ...

DPO Perkara Penipuan Firman Ageng Pamena...

by Jul 21 2024

Surabaya | jurnalpagi.id Tim Tabur Kejaksaan Agung RI dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menangkap ...

Kejari Tanjung Perak Kembali Adakan Berb...

by Jul 19 2024

Jurnalpagi.id | Surabaya Kejaksaan Negeri Tanjung Perak kembali mengadakan kegiatan dalam rangka mem...

121 Pegawai Kejaksaan Negeri Tanjung Per...

by Jul 04 2024

Jurnalpagi.id | Surabaya Kejaksaan Negeri Tanjung Perak menggelar kegiatan pemeriksaan Tes Urine ter...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top