TERKINI

Jika Pembinaan Kepsek SMP Diwarnai Aroma Politik, Begini Dampaknya

Apr 17 2022329 Dilihat

CIANJUR | JurnalPagi.id – Sesuatu yang diseragamkan bukanlah datang secara kebetulan melainkan melalui serangkaian rencana yang matang. Pembinaan Dinas Pendidikan, Pemuda Dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur terhadap ratusan Kepala Sekolah SMP sejatinya guna meningkatkan kualitas pendidik. Namun aroma politik terkesan kental dalam hajat akbar tersebut.

Tidak bisa dipungkiri jika dalam kegiatan itu sebagian besar Kepala Sekolah (notabene guru yang memiliki tugas tambahan) perempuan menggunakan kerudung warna merah. Fenomena yang sama juga terlihat untuk kepsek pria banyak yang menggunakan sorban kelir merah tak terkecuali Plt. Kadisdikpora Akib Ibrahim dan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP, Budi Mulyadi tampak paling depan mengenakannya melingkar di leher.

Sontak kejadian tersebut mengundang perbincangan banyak kalangan. Lantaran momen acara tersebut minim protokol kesehatan.

“Kami sangat menyayangkan kejadian itu karena ada upaya untuk “memerahkan” para guru dengan memanfaatkan momen pembinaan namun kental nuansa politisnya. Kendati itu dibantah tidak ada arahan namun rasanya janggal jika dominasi warna merah tidak ada yang mengkoordinir, ” ujar Ketua Umum Forum Peduli Masyarakat Cianjur (FPMC), Dhanu Amin Suharyadi saat ditemui di ruangan kerjanya.

Pihaknya menilai sikap guru dengan penampilannya tetap akan ditiru meski tidak harus mengatakannya. Soalnya warna merah menandai sebagai simbol politik.

“Justru citra guru akan tercoreng jika akhirnya simbol merah tidak jaminan  berkuasa. Tentu nanti jadi malu sebab masih banyak warna yang bisa netral untuk digunakan. Sulit dihindarkan itu sangat kental aroma politisnya, ” tegasnya yang didampingi Bendahara Umum FPMC, Denda Sumirat Miharja.

Terpisah dihubungi melalui sambungan telepon, Ketua MKKS SMP Budi Mulyadi menegaskan jika acara tersebut diinisiasi atas desakan dari rekan rekan yang jumlahnya 355 Kepsek SMP baik negeri maupun swasta. Namun tidak benar adanya arahan untuk penggunaan pakaian dengan warna merah baik kerudung maupun sorban.

Baca juga :  Polisi Siap Bubarkan Demonstrasi Ilegal, Kapolres Jayapura: Warga Jangan Terprovokasi Demo Tolak Daerah Otonomi Baru

“Tidak jadi masalah terkait hal itu karena tidak ada siapapun yang mengarahkan untuk memakai kerudung atau sorban merah. Acara ini desakan dari rekan-rekan, momen itu juga untuk Silatutahmi karena sudah lama tidak kumpul, ” papar Kepsek SMPN 1 Sukanagara ini.

(ujk/mkb)

Share to

Related News

Segenap Pimpinan dan Anggota Dewan Perwa...

by Jun 18 2024

Baca juga :  Sejumlah Remaja Tawuran di Tambak Asri Surabaya

Roadshow Lomba Foto Dan Video Satwa ke-3...

by Jun 15 2024

Pasuruan | jurnalpagi.id – Taman Safari Indonesia kembali menggelar event spesial berskala Int...

Rapimcab Gerindra Rekomendasikan Rusdi S...

by Jun 15 2024

Pasruruan | jurnalpagi.id – Menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (pemilukada) serentak tahun...

H. Juma’in Pendatang Baru Gerindra...

by Jun 06 2024

Pasuruan jurnalpagi.id – Perhelatan politik yang belum lama berlangsung memunculkan nama baru ...

Bahas Pilkada, PPP Jemput Bola Datangi D...

by Jun 06 2024

Pasuruan jurnalpagi.id – Komunikasi antar parpol menjelang pilkada serentak kembali digelar di...

Pengurus DPD PKS Sambut Hangat Gus Mujib...

by Jun 02 2024

Pasuruan | jurnalpagi.id – Gus Mujib, sapaan akrab mantan Wakil Bupati Pasuruan kembali bersil...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top