TERKINI

Kontroversi 1 Mei antara Pro NKRI dan Papua Merdeka

Apr 13 2022620 Dilihat

JurnalPagi.id – Tanggal 1 Mei kerap diperingati sebagai hari buruh nasional, namun berbeda dengan kelompok pro kemerdekaan Dimana kelompok tersebut menilai, 1 Mei sebagai hari Aneksasi atau pencaplokan Papua oleh NKRI.

Namun sebaliknya bagi pemerintah dan masyarakat pro NKRI menganggap setiap 1 Mei diperingati sebagai Hari Integrasi Papua kedalam bingkai NKRI.

Tiap tahunnya tanggal 1 Mei, bagi aparat keamanan di Papua masuk sebagai kalender Kamtibmas. Kalender ini biasanya disuarakan oleh pihak keamanan jelang hari-hari tertentu yang diperingati sekelompok masyarakat Papua terkait gerakan Papua merdeka.

Menyikapi isu 1 Mei mendatang, Ketua DPN Pemuda Adat Papua (PAP), Yan Cristian Arebo menilai bahwa tanggal tersebut merupakan hari Integrasi Papua ke Indonesia.

“1 MEI hari Integrasi Papua Ke Indonesia, hal ini sudah tidak bisa dibantah ataupun diubah lagi karena sudah tertuang dalam Penentuan Pendapat Rakyat atau PEPERA,” tegasnya ketika ditemui di Jayapura, tertulis kepada wartawan Jurnalpagi.id rabu (13/4/2022

Ia pun menilai Proses Integrasi Irian Barat ke dalam NKRI tidak terlepas dari berbagai persoalan dan konflik yang terjadi antara Indonesia dan Belanda yang pada saat itu masih menguasai Irian (Papua).

“Perundingan antara Indonesia dan Belanda yang kita kenal sebagai Konferensi Meja Bundar (1949) hingga sampai kepada New York Agreement (1962) yang menjadi titik terang Integrasi Irian Barat masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Ditanyakan soal, masih adanya kelompok yang gencar menyuarakan 1 Mei sebagai hari aneksasi atau pencaplokan Papua oleh NKRI, seperti KNPB dan kelompok-kelompok separatis lainnya, kata Yan mereka (kelompok pro kemerdekaan red) tidak paham akan sejarah.

“Sejarah jangan diputar balik, orang-orang tua kita yang menjadi pelaku sejarah pejuang PEPERA telah menyatakan diri bergabung dengan NKRI pada masa itu pada 1 Mei 1963 melalui Pepera,” ucapnya.

Baca juga :  Demo Mahasiswa Di Nganjuk, Polisi Tampil Beda

Yan menghimbau kepada kelompok yang bersebrangan untuk berhenti membangun ideologi Papua Merdeka dan sadar bahwa Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dia jua meminta agar masyarakat Papua untuk tidak termakan isu yang menyesatkan yang dibangun oleh kelompok-kelompok yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

“Dengan kemerdekaan yang kita rasakan saat ini, perlu kita syukuri, dan kita hargai para orang-orang tua kita yang telah mengorbankan seluruh jiwa raganya untuk kemerdekaan sampai sekarang, kita semua harus bergandeng tangan untuk melawan paham kelompok yang bertentangan dengan NKRI. (jpm)

Share to

Related News

Persekabpas Resmi Launching, Pasang Targ...

by Nov 24 2025

Pasuruan Jurnalpagi.id – Tim Persekabpas Pasuruan resmi dilaunching pada Senin (24/12) malam d...

Maksimalkan Pavingisasi, Ruas Jalan Wono...

by Nov 22 2025

Pasuruan Jurnalpagi.id – Akhirnya Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Kabupaten Pasuru...

Musda ke-3 KNPI Kabupaten Pasuruan Digel...

by Nov 22 2025

Pasuruan Jurnalpagi.id – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pasuruan resmi meng...

Dua Kali Kebobolan Dinas Pendidikan Real...

by Nov 17 2025

Pasuruan Jurnalpagi.id – Muhammad Taufiq, Kepala SDN Sumberejo II Kecamatan Purwosari, tak bis...

Golkar Kabupaten Pasuruan Tasyakuran Pen...

by Nov 13 2025

Pasuruan jurnalpagi.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Pasuruan menggela...

Tinjau Saluran Bundaran Apollo, Ketua DP...

by Nov 05 2025

Pasuruan Jurnalpagi.id – Samsul Hidayat, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan meninjau kondisi salura...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top