TERKINI

Laba Bersih PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) Naik

Mar 29 2022748 Dilihat

JurnalPagi.id – Sepanjang 2021, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) membukukan laba bersih senilai Rp508,88 miliar atau mengalami kenaikan dibanding 2020 yang senilai Rp364,93 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan MTDL yang dikutip Selasa (29/3), peningkatan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan jumlah pendapatan bersih di 2021 yang menjadi Rp18,5 triliun dari Rp14,02 triliun pada 2020.

Seiring dengan kenaikan jumlah pendapatan, MTDL mencatatkan nilai beban pokok pendapatan di sepanjang tahun lalu sebesar Rp16,99 triliun atau jauh lebih tinggi dibanding pada 2020 yang sebesar Rp12,76 triliun. Sehingga, laba bruto untuk Tahun Buku 2021 menjadi senilai Rp1,51 triliun.

Sementara itu, jumlah laba sebelum pajak untuk periode yang berakhir 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp983,48 miliar atau mengalami kenaikan dibanding periode yang sama di 2020 senilai Rp703,33 miliar.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) untuk Tahun Buku 2021 yang sebesar Rp221,64 miliar, maka laba tahun berjalan MTDL pada tahun lalu menjadi senilai Rp761,83 miliar.

Adapun besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk periode yang berakhir 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp508,88 miliar. Pada 2020, MTDL hanya membukukan laba bersih senilai Rp364,93 miliar.

Per 31 Desember 2021, total liabilitas MTDL tercatat melambung menjadi Rp3,67 triliun dibanding posisi per 31 Desember 2020 yang senilai Rp2,43 triliun. Sedangkan, total ekuitas hingga akhir Desember 2021 sebesar Rp3,92 triliun atau mengalami kenaikan dibanding per akhir Desember 2020 yang sebesar Rp3,42 triliun.

Dengan demikian, total aset MTDL hingga akhir Desember 2021 tercatat meningkat sebesar 29,74 persen menjadi Rp7,59 triliun dari posisi per akhir Desember 2020 yang hanya sebesar Rp5,85 triliun.

Baca juga :  Kapolri Jenderal Listyo Merotasi Jajaran Polda Metro Jaya

Peningkatan pendapatan MTDL di 2021 sebesar 31,95 persen (year-on-year) menjadi Rp18,5 triliun tersebut telah berdampak pada peningkatan total aset maupun liabilitas per 31 Desember 2021, terutama karena adanya kenaikan piutang usaha sebesar Rp755,2 miliar yang sebesar 78,4 persen piutang usaha belum jatuh tempo.

Selain itu, karena adanya peningkatan persediaan sebesar Rp1,1 triliun atas barang-barang yang sebagian besar diterima mendekati akhir 2021 dan belum dikirim ke pelanggan. Serta, adanya kenaikan utang usaha sebesar Rp808,4 miliar, sejalan dengan adanya kenaikan pembelian barang dagangan. (*)

Share to

Related News

Ditengah Kesibukannya Menjadi Kajati Jat...

by Mei 30 2024

Surabaya | jurnalpagi.id Mia Amiati adalah Kajati perempuan pertama di Jawa Timur, selain sosoknya y...

IKA PMII UNMER Surabaya Memberi dukungan...

by Mei 17 2024

Jurnalpagi.id | Surabaya, 17 Mei 2024 – Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesi...

Prabowo Gibran Unggul di Pasuruan, Rusdi...

by Feb 14 2024

Pasuruan – jurnalpagi.id | Tampak wajah – wajah kebahagiaan terpancar dari para relawan ...

PMII Surabaya Desak Satpol PP dan Bawasl...

by Nov 23 2023

Salah satu APS dan APK yang terpasang di Kota Surabaya

Keterangan Saksi Berbelit, Majelis Hakim...

by Nov 14 2023

Suasana sidang dengan agenda keterangan saksi dari Penggugat terkait sengketa pipa besi eks PT Freep...

Apakah Anak Wajib Membayar Hutang Orang ...

by Nov 11 2023

Warisan adalah peninggalan pewaris yang berupa hak dan kewajiban atau semua harta kekayaan yang diti...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top