TERKINI

Miris!!! Gara-gara Minyak Goreng Mahal, Pabrik Kerupuk Ini Alami Kolaps

Mar 27 2022409 Dilihat

Cianjur | jurnalpagi.id – Mahal dan langka stok minyak goreng dalam beberapa bulan ini membuat pabrik-pabrik yang menggunakan bahan minya goreng terancam gulung tikar. Salah satunya dialami PD Putra Jaya yang berlokasi di Kampung Mareleng, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi Cianjur.

“Akibat langka dan mahalnya minyak goreng kali ini membuat pabrik krupuk dimana kami bekerja mulai merasakan dampaknya. Sebagian dari pekerja terpaksa dirumahkan,” ungkap Dede, Manajer Operasional PD Putra Jaya kepada jurnalpagi.id, Minggu (27/3) siang.

Menurut Dede, di saat harga minyak goreng curah seharga Rp. 9 ribu perkuliahan gram, produksi kerupuk tiap hari nya sebanyak 25ribu buah atau 2 kwintal adonan dengan menggunakan minyak goreng curah sebanyak 1 kwintal. Namun setelah langka dan mahalnya minyak goreng curah hingga perkuliahan Rp. 16 ribu sampai 20ribu mengakibatkan seluruh perusahaan pabrik kerupuk mengalami kolaps.

“Pabrik kerupuk kami sudah berhenti operasional sejak 7 hari yang lalu. Kita masih menunggu harga minyak goreng normal kembali untuk mengoperasikannya seperti semula,” keluhnya.

Pihaknya mengharapkan pada pemerintah pusat untuk menstabilkan harga minyak goreng sesuai dengan harapan pengusaha kerupuk di Indonesia khususnya di Cianjur.

Ditempat yang sama, Emang (40) salah satu karyawan PD Putra Jaya mengaku kecewa denga gagalnya pemerintah menekan harga minyak goreng, karena berdampak pada nasib para karyawan yang menggantungkan nasib kepada perusahaan kerupuk ini. “Bagaimana tidak, saya dan 30 orang karyawan lebih harus rela kehilangan pekerjaan, karena pabrik kerupuk berhenti berproduksi,” tegasnya.

Tidak hanya itu saja, dirumahkannya para pekerja ini karena berbarengan juga dengan bulan ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi.

“Kita berharap ada solusi dari pemerintah terhadap nasib kami yang menggantungkan pekerjaan di pabrik kerupuk Putra Jaya. Apalagi beberapa hari kedepan sudah masuk bulan ramadhan lalu lebaran. Ini ibaratnya kita sudah jatuh tertimpa tangga pula,” singkatnya. (ujang)

Share to

Related News

Ditengah Kesibukannya Menjadi Kajati Jat...

by Mei 30 2024

Surabaya | jurnalpagi.id Mia Amiati adalah Kajati perempuan pertama di Jawa Timur, selain sosoknya y...

IKA PMII UNMER Surabaya Memberi dukungan...

by Mei 17 2024

Jurnalpagi.id | Surabaya, 17 Mei 2024 – Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesi...

Prabowo Gibran Unggul di Pasuruan, Rusdi...

by Feb 14 2024

Pasuruan – jurnalpagi.id | Tampak wajah – wajah kebahagiaan terpancar dari para relawan ...

PMII Surabaya Desak Satpol PP dan Bawasl...

by Nov 23 2023

Salah satu APS dan APK yang terpasang di Kota Surabaya

Keterangan Saksi Berbelit, Majelis Hakim...

by Nov 14 2023

Suasana sidang dengan agenda keterangan saksi dari Penggugat terkait sengketa pipa besi eks PT Freep...

Apakah Anak Wajib Membayar Hutang Orang ...

by Nov 11 2023

Warisan adalah peninggalan pewaris yang berupa hak dan kewajiban atau semua harta kekayaan yang diti...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top