TERKINI

Seribu Jurus Serang Anies Baswedan Setelah Dapat Tiket Pilpres 2024

Feb 14 2023256 Dilihat

Jakarta, jurnalpagi.id – Anies Baswedan menngantongi tiket pemilihan presiden (Pilpres) 2024, menyusul bergabungnya Partai Demokrat dan PKS dalam Koalisi Perubahan, membuat sejumlah pihak panik. Mereka seperti berlomba-lomba berupaya menjegal Anies.

Kepanikan tersebut juga memunculkan serangan dengan isu yang absurd dan mudah dipatahkan. Apalagi isu tersebut sebatas dilempar tanpa pernah disertai dengan bukti dan fakta yang sahih.

Ibarat cerita persilatan dalam kisah Wiro Sableng, mereka keluarkan jurus “kuyuk melempar buah” yang dapat ditangkis dengan jurus “membuka jendela, menatap rembulan”.

Diawali oleh Sandiaga Salahudin Uno yang melempar isu perjanjian Anies dengan Prabowo Subianto. Sandiaga menyebut Anies ingkar janji jika maju Pilpres 2024. Karena Anies sudah berjanji dihadapan Prabowo tidak akan maju capres jika Prabowo maju capres.

Isu janji ini kembali dikuatkan oleh Sufmi Dasco Ahmad, salah satu petinggi Partai Gerindra untuk menguatkan image Anies yang ingkar janji.

Padahal perjanjian itu kaitannya pada Pilpres 2019, dimana Anies berjanji tidak akan ikut berkompetisi untuk menghormati Prabowo yang sudah mendukungnya di Pilkada DKI 2017. Di samping juga Anies ingin menunaikan tugasnya di DKI sampai tuntas 5 tahun.

Isu perjanjian Anies dan Prabowo itu patah dengan mudah karena tidak ada korelasinya dengan kehendak rakyat yang menginginkan Anies maju di Pilpres 2024.. Apalagi rakyat banyak di grassroot ternyata juga tidak peduli dengan isu yang dilempar Sandiaga Uno tersebut.

Gagal menjatuhkan citra Anies lewat isu perjanjian Anies-Prabowo, serangan kembali dilancarkan. Kali ini isu yang dilempar adalah rumor Anies berutang pada Sandiaga Uno sebesar Rp 50 miliar. Namun lagi-lagi isu dilempar tanpa bukti dan fakta.

Baca juga :  Saatnya Perempuan Ikut Andil Dalam Politik Indonesia

Isu Anies utang pada Sandiaga Uno saat Pilkada 2017 itu seperti dongeng yang dibuat untuk menakut-nakuti anak kecil, karena pada dasarnya tidak pernah ada Anies utang secara pribadi pada Sandiaga Uno sebesar Rp 50 miliar untuk kebutuhan Pilkada 2017.

Tidak ada dokumen tercatat yang menyatakan Anies berutang pada Sandiaga, kapan uang itu diserahkan atau lewat rekening mana uang tersebut ditransfer.

Bahkan Sandiaga Uno sendiri mengatakan di salah satu acara podcast bahwa semua uang yang dia keluarkan untuk Pilkada DKI 2017 itu adalah dana perjuangan bukan utang.

Belum lagi ketika didesak mana bukti kalau Anies utang pada Sandiaga Uno, jawabannya ada sama si fulan. Persis seperti saat dilempar isu perjanjian Anies-Prabowo, saat ditanya mana bukti perjanjiannya selalu dijawab ada sama si fulan.

Sebenarnya isu utang ini dilempar tujuannya untuk menjatuhkan citra Anies. Karena Anies dianggap sebagai calon presiden yang tidak punya uang sehingga tidak pantas didukung untuk maju Pilpres 2024.

Namun justru dengan dilemparnya isu utang ini semakin menguatkan posisi Anies sebagai calon presiden yang tidak terjerat lingkaran setan oligarki yang selama ini mencengkram politik di Indonesia menjadi liberal dan transaksional.

Rakyat semakin yakin bahwa Anies Baswedan adalah pilihan yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan nasional yang akan membawa Indonesia berdaulat dan berkeadilan sosial.

OLEH: AGUNG NUGROHO
(Penulis adalah Aktivis 98 dan Pegiat Sosial Kemanusiaan)

Share to

Related News

GSNI Surabaya Gelar Acara Pelatihan Kepe...

by Feb 04 2024

Jurnalpagi.id | Surabaya Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) DPC Surabaya Pada Sabtu, (27/10/202...

Hentikan Kristenisasi Dalam Birokrasi DO...

by Feb 12 2023

Papua – Didalam sistem birokrasi Daerah Propinsi Baru (DOB) Propinsi Papua Pegunungan tidak bo...

Besarnya Parpol karena Orang orang Lapan...

by Jul 20 2022

Penulis : Anugrah PrasetyoSatu Jari Indonesia Kesuksesan “blusukan” kader Partai politik ke temp...

DARI RAKYAT (BUKAN) UNTUK RAKYAT

by Jul 13 2022

Penulis : Anugrah PrasetyoAktifis Sosial Kota Surabaya Perpolitikan di daerah ketika kita menjumpai ...

Pemimpin Tidak Harus Menjadi Pimpinan

by Jul 12 2022

Penulis : Anugrah PrasetyoAktifis Sosial Kota Surabaya Jiwa pemimpin merupakan salah satu aspek pent...

Matius Aweitouw Dari Papua Untuk Indones...

by Jun 23 2022

JAKARTA jurnalpagi.id Salah Satu Tokoh Fenomenal Asal Papua Layak Masuk Bursa Acawapres Republik Ind...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top