TERKINI

Tak Pernah Mendapat SPDP Dari Polrestabes Surabaya, M.Ridwan Ajukan Praperadilan

Jan 09 2024200 Dilihat

Surabaya | jurnalpagi.id

Perkara Pra-Peradilan yang diajukan M.Ridwan, pasca ditetapkan, sebagai tersangka oleh, Polrestabes Surabaya, atas laporan Surya Darmadi sebagai Korban bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Senin (8/1/2024).

Dipersidangan tersebut, M.Ridwan melalui, Penasehat Hukumnya, David Hardiago, menyatakan, status tersangka yang disematkan terhadap kliennya (M.Ridwan) dengan sangkaan melakukan penggelapan atau penipuan sebagaimana dalam jeratan pasal 372 dan 378 KUHP dianggap tidak sah.

Hal yang mendasari tidak sah penetapan tersangka, Penasehat Hukum, David Hardiago, pada intinya, menyampaikan, kliennya tidak pernah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan atau SPDP.

Usai menyampaikan, dalihnya, Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap Biro Hukum Polrestabes Surabaya, guna menanggapi (Duplik) di persidangan berikutnya.

Secara terpisah, usai persidangan Penasehat Hukum Surya Darmadi P (korban), yakni, Deny Marcury Lumban Gaol, SH dan Samuel Rudi Takalapeta, SH., MH., yang berkantor di Lae Firm “RAD Co. & Partners ” memberikan tanggapan.

Adapun, tanggapan Samuel Rudi Takalapeta, berupa, SPDP sudah diterima M.Ridwan tatkala menggunakan Penasehat Hukum yang terdahulu.
” Dalih tersebut, tidak benar ,” ungkapnya.

Hal lainnya, pihak korban sejak laporan di tahun 2020, selalu berupaya untuk perdamaian dengan Terlapor.

Sayangnya, upaya perdamaian tidak ada respons hingga perkara ini berlanjut dan Terlapor ditetapkan, sebagai tersangka.

Sedangkan, Deny Marcury Lumban Gaol, SH, yang juga sebagai Penasehat Hukum korban, menambahkan, secara normatif upaya Pra Peradilan ini adalah hak dari tersangka.

Kasus ini, diungkap dengan waktu yang cukup karena melalui beberapa tahap dari penyelidikan, penyidikan hingga penetapan tersangka.
” Sudah 3 tahun berproses tentunya, jika bicara ke alpa-an kepolisian sangat tidak rasional ,” terangnya.

Baca juga :  Crazy Rich Asal Jalan Bromo Surabaya Kembali Gagal Ajukan Saksi, Kuasa Hukum DI : Penggugat Menyerah Lempar Handuk

Pihak kepolisian menetapkan tersangka tentu tidak semena-mena dan tidak serta merta lantaran, sudah melalui tahapan prosedur yang dijalani. Bahkan, pihak kepolisian telah melakukan gelar perkara ini sampai 4 kali.

” Menurut pandangan hemat nya, pihak kepolisian tentu sudah sangat hati-hati dalam menetapkan tersangka,” pungkasnya.

Share to

Related News

Bartender Cruz Lounge Bar Vasa Hotel Div...

by Jul 24 2024

Surabaya | jurnalpagi.id Arnold Zadrqch Satiyana, terdakwa kasus miras maut di Cruz Lounge Bar Vasa ...

Sidang Lanjutan Perkara Penganiayaan, Ku...

by Jul 23 2024

Surabaya | jurnalpagi.id Sidang kasus dugaan penganiayaan di loby Apartemen One Icon Residence pada ...

Kejati Jatim Gelar Upacara Peringatan HB...

by Jul 23 2024

Surabaya | jurnalpagi.id Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur Gelar Upacara Untuk Memperingati Hari ...

DPO Perkara Penipuan Firman Ageng Pamena...

by Jul 21 2024

Surabaya | jurnalpagi.id Tim Tabur Kejaksaan Agung RI dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menangkap ...

Kejari Tanjung Perak Kembali Adakan Berb...

by Jul 19 2024

Jurnalpagi.id | Surabaya Kejaksaan Negeri Tanjung Perak kembali mengadakan kegiatan dalam rangka mem...

121 Pegawai Kejaksaan Negeri Tanjung Per...

by Jul 04 2024

Jurnalpagi.id | Surabaya Kejaksaan Negeri Tanjung Perak menggelar kegiatan pemeriksaan Tes Urine ter...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top