TERKINI

Anggota DPRD Surabaya Sukadar Sebut Sistem Drainnase Surabaya Tidak Maksimal

Mar 28 2022725 Dilihat

Surabaya, JurnalPagi – Akhir-akhir ini curah hujan cukup deras mengguyur  Kota Surabaya sehinggga mengakibatkan sebagian wilayah Kota Surabaya tergenang air setinggi mata kaki  bahkan ada yang setingggu lutut orang dewasa.

Anggota Komisi C DRPD  Kota Surabaya Sukadar, SH., mengatakan hal tersebut terjadi karena belum maksimalnya sistem drainase di Surabaya membuat penahan saluran atau plengsengan di berbagai jalan, terutama di area perumahan pengerjaan plensengan banyak yang amburadul.

“Kami banyak laporan dari masyarakat terkait drainase yang ada di Surabaya, saat kita cek langsung ke lapangan seperti di perumahan banyak drainase yang mampet, dan Pemkot Surabaya tidak bisa intervensi karena Prasarana, Sarana, dan Utilitas atau PSUnya pengembang belum diserahkan ke Pemkot,” ujar Sukadar, anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Fraksi PDIP, Senin (28/03/22).

Ia menerangkan, drainase primer yang dimiliki pengembang itu terkoneksi ke saluran drainase sekunder sebagai penampung utama yang dimiliki Pemkot Surabaya.

Nah, ketika drainase primer pekerjaannya amburadul dampak nya ke drainase sekunder, sehingga saat curah hujan tinggi maka drainase sekunder tidak mampu menampungnya.

“Saat drainase sekunder tidak mampu menampung debit air maka banjir tidak terelakkan lagi,” jelas politisi sederhana PDIP Kota Surabaya ini.

Sukadar menjelaskan, amburadulnya sistem drainase di Surabaya penyebab pertama yaitu, banyak PSU dan Fasum dan Fasos pengembang belum diserahkan ke Pemkot Surabaya. Kedua, Pemkot Surabaya harus memiliki tim sendiri untuk menginventarisasi mana-mana Fasum-Fasos pengembang yang belum diserahkan ke Pemkot Surabaya.

“Jadi Pemkot Surabaya harus jemput bola ke pengembang, agar sesegara mungkin untuk menyerahkan PSU supaya masyarakat tahu. Selama ini masyarakat tahu nya saat banjir dan saluran macet yang disalahkan Pemkot, padahal ini juga karena ulah pengembang yang belum mau serahkan fasum-fasosnya,” tegas Sukadar.

Baca juga :  Presiden Jokowi Meninjau Kampung Nelayan Surabaya

Dirinya kembali mengatakan, banyak pengembang yang belum menyerahkan fasum-fasos nya seperti, pengembang di wilayah Wiyung, dan Surabaya Barat mayoritas belum diserahkan ke Pemkot Surabaya.

“Misalnya, pengembang Inti Land, Darmo Permai dimana proyek perumahan mewahnya dibangun sejak tahun 1975, tapi sampai sekarang PSU nya belum diserahkan ke Pemkot Surabaya. Jadi Komisi C minta pengembangan segera serahkan PSU nya ke Pemkot Surabaya,” pungkasnya.

Share to

Related News

Digitalisasi Layanan Kesehatan RSUD Grat...

by Mei 13 2026

Pasuruan, Jurnalpagi.id – Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, memberikan apresiasi ...

DPRD Tekankan Inovasi dan Keterbukaan Kr...

by Mei 07 2026

Pasuruan, Jurnalpagi.id – RSUD Bangil menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) pada Selasa (6/5) de...

Pansus Real Estate Tuntas, DPRD Kab.Pasu...

by Apr 21 2026

Pasuruan,Jurnalpagi.id – Polemik rencana pembangunan kawasan hunian mewah di lereng Gunung Arj...

Pilih Kepentingan Rakyat, Ketua DPRD Kab...

by Apr 15 2026

Pasuruan,Jurnalpagi.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan memutuskan u...

Pansus DPRD Pasuruan Prioritaskan Perlin...

by Apr 02 2026

PASURUAN, Jurnalpagi.id – Proses pembahasan sengketa pembangunan kawasan perumahan elite di Kecama...

DPRD Kabupaten Pasuruan: LKPJ 2025 Jadi ...

by Mar 31 2026

PASURUAN,JurnalPagi.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan menggelar rapat ...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top