TERKINI

Alihkan Mobil Xpander Cross Tanpa Persetujuan Leasing, Choirul Anam Diadili

Jan 09 2026297 Dilihat

Surabaya | jurnalpagi.id

Pengadilan Negeri Surabaya kembali menggelar sidang perkara dugaan penggelapan mobil Mitsubishi Xpander Cross yang menjerat Choirul Anam bin Suroto (alm), Rabu, 7 Januari 2026. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Duta Amelia menghadirkan tiga saksi untuk menguatkan dakwaan pengalihan objek jaminan fidusia tanpa persetujuan perusahaan pembiayaan.

“Terdakwa mengalihkan kendaraan yang masih menjadi jaminan fidusia kepada pihak lain tanpa izin PT Mizuho Leasing Indonesia,” kata jaksa Duta Amelia di hadapan majelis hakim.

Tiga saksi yang dihadirkan yakni Miswandi selaku Head Collection, Abdul Muntholib selaku penagih, serta Niko Yowana Setiawan selaku Brand Manager. Mereka menjelaskan kronologi pembiayaan satu unit Mitsubishi Xpander Cross tahun 2020 warna putih mutiara dengan nomor polisi W 1047 VV yang diajukan terdakwa.

Menurut Miswandi, terdakwa membayar uang muka Rp30 juta dan menyepakati angsuran Rp8.332.000 per bulan selama 48 bulan. “Pembayaran hanya berjalan 11 kali sampai Oktober 2024. Setelah itu macet total,” ujarnya.

Upaya penagihan, lanjut Miswandi, telah dilakukan berkali-kali. “Kami datang ke rumah terdakwa, melakukan penagihan langsung, bahkan mengirimkan dua kali surat somasi. Tapi tidak ada itikad baik,” katanya.

Hal senada disampaikan Niko Yowana Setiawan. Ia menyebut, saat didatangi, terdakwa mengakui mobil tersebut sudah tidak dikuasainya. “Terdakwa mengatakan mobil sudah dialihkan kepada seseorang bernama Ali di Madura dengan harga sekitar Rp30 juta,” ujar Niko.

Saksi Abdul Muntolip menambahkan, pengalihan tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan pihak leasing. “Tidak pernah ada permohonan atau persetujuan dari perusahaan. Padahal itu masih menjadi jaminan fidusia,” katanya.

Jaksa Duta Amelia menegaskan, perbuatan terdakwa telah melanggar ketentuan hukum. “Perbuatan ini memenuhi unsur Pasal 36 juncto Pasal 23 ayat (1) Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia,” ujar jaksa. Selain itu, terdakwa juga didakwa secara alternatif dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Baca juga :  Polemik Korupsi di LPEI, Harusnya KPK dan Kejaksaan Bentuk Tim Gabungan

Akibat perbuatan tersebut, PT Mizuho Leasing Indonesia mengaku mengalami kerugian sekitar Rp332 juta. “Kerugian dihitung dari sisa kewajiban terdakwa yang tidak dibayarkan,” kata jaksa.

Setelah mendengarkan keterangan para saksi, majelis hakim melanjutkan sidang dengan pemeriksaan terdakwa. Sidang akan kembali digelar pekan depan dengan agenda tuntutan.

Share to

Related News

Tersandung Kasus Dugaan Pencabulan, Jan ...

by Agu 14 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Mantan pengurus Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (P...

Digugat PMH, Kuasa Hukum Tergugat Mengac...

by Agu 13 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Sidang perkara gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang melibatkan, Lilik...

Tiga Pejabat Pelindo Nyatakan Pengerjaan...

by Agu 12 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, tim pen...

PT Java Fortis Corporindo Gugat Mantan D...

by Agu 12 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Sengketa pengadaan lahan kawasan industri di Jombang yang diajukan PT Java ...

Hakim Sebut Saksi Beruntung Tak Terseret...

by Agu 06 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Perkara angkutan bawang Bombay yang tak sesuai dengan dokumen membuat Said ...

Pengadilan Tinggi Surabaya Perkenalkan S...

by Agu 06 2026

Surabaya | jurnalpagi.idPengadilan Tinggi Surabaya mulai menerapkan ketentuan baru dalam Kitab Undan...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top