TERKINI

RSUD Grati dan Keluarga Pasien Saling Memaafkan, Akhiri Polemik Viral Kasus Brankar

Nov 14 2025569 Dilihat

Pasuruan Jurnalpagi.id – Video yang memperlihatkan keluarga pasien kebingungan mencari brankar (kasur dorong) saat hendak memulangkan jenazah di RSUD Grati viral di media sosial dan menjadi sorotan publik. Namun, persoalan tersebut kini telah diselesaikan secara baik-baik oleh kedua belah pihak.

Direktur RSUD Grati, dr. Dyah Retno Lestari, menyampaikan permohonan maaf langsung kepada keluarga pasien. Ia menegaskan bahwa pihak rumah sakit akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga. Tadi pagi saya sudah datang langsung ke rumah duka, kami saling memaafkan dan berdiskusi agar kejadian seperti ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” ujar Retno, Kamis (14/11).

Insiden tersebut terjadi pada Rabu (13/11) sekitar pukul 17.00 WIB.
Pasien yang sebelumnya menjalani perawatan karena demam berdarah dengue (DBD) meninggal pukul 16.30 WIB. Saat keluarga hendak membawa jenazah pulang menggunakan ambulans desa, terjadi kebingungan karena brankar tidak tersedia.

Menurut Retno, brankar tersebut ternyata terbawa ambulans desa yang sedang digunakan sopir untuk mengantar pasien lain ke RSUD Bangil. Kondisi yang panik membuat munculnya kesalahpahaman antara petugas dan keluarga.

“Petugas sebenarnya sudah menghubungi sopir ambulans, tetapi karena situasi panik dan koordinasi yang kurang, akhirnya terjadi miskomunikasi,” jelasnya.

Setelah video tersebut viral, RSUD Grati segera melakukan klarifikasi dan menjalin komunikasi dengan keluarga pasien. Pihak rumah sakit berkomitmen meningkatkan koordinasi antarpetugas dan menjamin kesiapsiagaan sarana pendukung pasien.

“Kejadian ini menjadi bahan introspeksi kami agar pelayanan di RSUD Grati semakin baik, cepat, dan tanggap dalam kondisi apa pun,” imbuh Retno.

Sementara itu pihak keluarga pasien, melalui paman korban bernama Soleh, juga menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi.

Baca juga :  Peringati HPSN, PAUD Anggrek Belajar Pengelolan Sampah di PEMPES Desa Randupitu

“Kami atas nama keluarga juga mohon maaf. Saat itu suasananya panik, ingin segera membawa pulang jenazah untuk dimakamkan. Tidak ada niat membuat gaduh,” ujarnya.

Dengan saling memaafkan, kedua belah pihak sepakat mengakhiri polemik dan berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang.(Wan/Adi)

Share to

Related News

Ketua DPRD Pasuruan Apresiasi Raihan WTP...

by Jun 02 2026

Pasuruan, Jurnalpagi.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali berhasil mempertahankan opini ...

Berikan Kualitas Pelayanan Penyakit Stro...

by Mei 20 2026

Pasuruan, Jurnalpagi.id – RSUD Bangil meraih penghargaan Platinum Award dari World Stroke Orga...

DPRD Kabupaten Pasuruan Ketuk Palu Tiga ...

by Mei 19 2026

Pasuruan, Jurnalpagi.id – Setelah sempat tertunda cukup lama, DPRD Kabupaten Pasuruan akhirnya...

Digitalisasi Layanan Kesehatan RSUD Grat...

by Mei 13 2026

Pasuruan, Jurnalpagi.id – Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, memberikan apresiasi ...

DPRD Tekankan Inovasi dan Keterbukaan Kr...

by Mei 07 2026

Pasuruan, Jurnalpagi.id – RSUD Bangil menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) pada Selasa (6/5) de...

Pansus Real Estate Tuntas, DPRD Kab.Pasu...

by Apr 21 2026

Pasuruan,Jurnalpagi.id – Polemik rencana pembangunan kawasan hunian mewah di lereng Gunung Arj...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top