TERKINI

RSUD Grati dan Keluarga Pasien Saling Memaafkan, Akhiri Polemik Viral Kasus Brankar

Nov 14 2025408 Dilihat

Pasuruan Jurnalpagi.id – Video yang memperlihatkan keluarga pasien kebingungan mencari brankar (kasur dorong) saat hendak memulangkan jenazah di RSUD Grati viral di media sosial dan menjadi sorotan publik. Namun, persoalan tersebut kini telah diselesaikan secara baik-baik oleh kedua belah pihak.

Direktur RSUD Grati, dr. Dyah Retno Lestari, menyampaikan permohonan maaf langsung kepada keluarga pasien. Ia menegaskan bahwa pihak rumah sakit akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga. Tadi pagi saya sudah datang langsung ke rumah duka, kami saling memaafkan dan berdiskusi agar kejadian seperti ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” ujar Retno, Kamis (14/11).

Insiden tersebut terjadi pada Rabu (13/11) sekitar pukul 17.00 WIB.
Pasien yang sebelumnya menjalani perawatan karena demam berdarah dengue (DBD) meninggal pukul 16.30 WIB. Saat keluarga hendak membawa jenazah pulang menggunakan ambulans desa, terjadi kebingungan karena brankar tidak tersedia.

Menurut Retno, brankar tersebut ternyata terbawa ambulans desa yang sedang digunakan sopir untuk mengantar pasien lain ke RSUD Bangil. Kondisi yang panik membuat munculnya kesalahpahaman antara petugas dan keluarga.

“Petugas sebenarnya sudah menghubungi sopir ambulans, tetapi karena situasi panik dan koordinasi yang kurang, akhirnya terjadi miskomunikasi,” jelasnya.

Setelah video tersebut viral, RSUD Grati segera melakukan klarifikasi dan menjalin komunikasi dengan keluarga pasien. Pihak rumah sakit berkomitmen meningkatkan koordinasi antarpetugas dan menjamin kesiapsiagaan sarana pendukung pasien.

“Kejadian ini menjadi bahan introspeksi kami agar pelayanan di RSUD Grati semakin baik, cepat, dan tanggap dalam kondisi apa pun,” imbuh Retno.

Sementara itu pihak keluarga pasien, melalui paman korban bernama Soleh, juga menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi.

Baca juga :  Pemkab Malang Gelar Uji Publik Perda Pendanaan Pendidikan

“Kami atas nama keluarga juga mohon maaf. Saat itu suasananya panik, ingin segera membawa pulang jenazah untuk dimakamkan. Tidak ada niat membuat gaduh,” ujarnya.

Dengan saling memaafkan, kedua belah pihak sepakat mengakhiri polemik dan berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang.(Wan/Adi)

Share to

Related News

APBD 2026 Resmi Disahkan: DPRD Pastikan ...

by Des 01 2025

PASURUAN, Jurnalpagi.id – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Bel...

Tingkatkan Kualitas Layanan RSUD Bangil,...

by Nov 27 2025

Pasuruan Jurnalpagi.id – Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengaku bangga dengan penandatangan aden...

Tahun Ini, Pemkab Garap PJU di Jalur Alt...

by Nov 26 2025

Pasuruan Jurnalpagi.id – Tahun ini, Dinas Perhubungan mulai membangun PJU di sejumlah ruas jal...

Rapat Koordinasi Penataan PKL Depan Pasa...

by Nov 21 2025

Pasuruan Jurnalpagi.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui UPT Pengelolaan Pasar Bangil me...

Dukung Swadaya Masyarakat, Dinas SDACKTR...

by Nov 13 2025

Pasuruan Jurnalpagi.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam mempercepat penanganan g...

Ketua DPRD Dorong Pemkab Tutup Sementara...

by Nov 13 2025

Pasuruan Jurnalpagi.id – Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, mendorong Pemerintah K...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top