Pasuruan, Jurnalpagi.id / Kementerian Sosial Republik Indonesia secara intensif menggelar sosialisasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Elektronik Nasional (DTSEN) kepada seluruh Kepala Desa, Camat dan Stake Holder terkait di Gedung Garuda, Bangi, Kabupaten Pasuruan, Sabtu,(7/1).
Sosialisasi DTSEN dilakukan untuk memastikan bantuan dari pemerintah untuk masyarakat yang berhak menerima dan tepat sasaran. Pentingnya data kelompok masyarakat yang dalam kondisi ekonomi kekurangan atau sangat sulit secara perekonomian.
Dengan metode atau sistem Desil, pemerintah melalui Kemensos harus memetakan profil kemiskinan secara mendalam. Mulai dari 10 persen penduduk terbawah hingga kalangan menengah.
“Sistem ini agak pemerintah bisa memutus mata rantai bansos yang turun temurun, bahkan ada warga yang menerima bantuan sosial sampai 11 tahun,” ujar Gus Ipul, sapaan akrab Mensos Saifullah Yusuf.
Selama ini, validitas data lama menjadi sorotan karena kurangnya akurasi yang mencapai 50 persen. Dan hal tersebut terjadi hampir di seluruh wilayah .
Kemensos optimistis melalui DTSEN ini validitas Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan sesuai dengan kondisi kenyataan di lapangan.
Bagi pemerintah Kabupaten Pasuruan sendiri, sosialisasi DTSEN ini sangat baik. Mengingat melalui DTSEN, pembaharuan sistem yang sangat akurat dan menjadi jawaban dari polemik penyaluran bansos yang seringkali menjadi permasalahan di tingkat desa.
“DTSEN bukan sekedar kumpulan angkat, tapi menjadi instrumen kunci untuk efisiensi anggaran dan perencanaan yang terukur dan tepat sasaran,” jelas Wabup Pasuruan Shobih Asrori.
Melalui DTSEN, diharapkan perencanaan pembangunan di Kabupaten Pasuruan menjadi lebih terarah berdasarkan data yang memiliki validitas tinggi. Transformasi digital menjadi harapan bagi masyarakat yang berhak mendapatkan bansos secara baik dan transparan.(Wan/Adi)
No comments yet.