TERKINI

Praktisi Hukum : Pandemi Covid 19 Dinyatakan Berakhir Melalui Keppres, Sidang di PN Surabaya Seharusnya Digelar Offline

• Feb 01 2024 • 531 Dilihat


SURABAYA | jurnalpagi.id

Banyak kendala dialami sejumlah advokat, jaksa, hingga hakim dalam menjalani sidang pidana secara teleconference atau online di Pengadilan Negara (PN) Surabaya. Melihat kondisi tersebut, praktisi hukum menilai bahwa sidang online merugikan kepentingan kukum terdakwa.


Sidang pidana secara online di pengadilan diatur berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Administrasi dan Persidangan Perkara Pidana di Pengadilan Secara Online. Perma tersebut dikeluarkan saat Indonesia dilanda Pandemi COVID-19.


Namun setelah Pandemi COVID-19 berakhir, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Keppres Nomor 24 Tahun 2023, yang menyatakan bahwa status Pendemi Covid-19 telah berakhir, sehingga tidak diwajibkan memakai masker dan tidak perlu lagi menjaga jarak.


Namun meski pandemi Covid-19 telah berakhir, faktnya PN Surabaya hingga saat ini masih menerapkan sidang online. Tak hanya itu, banyak kendala dikeluhkan saat sidang online, misalnya kondisi jaringan yang buruk.


Melihat kondisi tersebut, praktisi hukum Yusron Marzuki mengaku prihatin. “Sidang online ini lahir berdasarkan PERMA Nomor 4 Tahun 2020 saat terjadinya Pandemi COVID-19. Kemudian pada 2023 terbit Keppres Nomor 17 Tahun 2023 tentang berakhirnya status Pendemi Covid-19,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (31/1/2024).


Yusron menegaskan, padahal berdasarkan Keppres Nomor 17 Tahun 2023 tersebut, pemerintah tidak lagi mewajibkan masyarakat melakukan jaga jarak dan menggunakan masker. “Penerapan sidang offline (terdakwa hadir di sidang) sudah dilakukan di beberapa pengadilan, seperti Pengadilan Negeri Gresik, Pengadilan Negeri Sidoarjo. Tapi di PN Surabaya sidang tatap muka harus melalui permintaan kuasa hukum,” katanya.


Dosen Fakultas Hukum Universitas Narotama Surabaya ini menambahkan, dengan berakhirnya pandemi dan diterbitkannya Keppres Nomor 17 Tahun 2023, seharusnya PN Surabaya sudah tidak lagi menerapkan sidang secara online. Menurutnya, seharusnya tata cara sidang kembali pada UU Nomor 48 tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. “Dalam UU Nomor 48 Tahun 2009 itu, sidang digelar secara terbuka, terdakwa dihadirkan di muka persidangan. Hal itu wajib sebagaimana perintah dalam KUHAP,” tegas Yusron.

Baca juga :  Obyek Gugatan La Riz Wood Akan Di PS Majelis Hakim, Kuasa Hukum Tergugat : Rumah Tersebut Milik Orang Tua Danny Indarto


Yusron menilai, sidang online sangat merugikan kepentingan hukum terdakwa. “Saat keterangan saksi, terdakwa hanya bisa mendengarkan yang bisa saja suaranya kurang jelas. Sementara dalam sidang offline (terdakwa hadir di persidangan), terdakwa bisa berdiskusi dengan kuasa hukum saat ada keterangan yang tidak berkesesuaian. Jadi sidang online sangat merugikan kepentingan hukum terdakwa,” tegasnya.


Saat ditanya apakah PERMA Nomor 4 Tahun 2020 harus dicabut untuk menggelar sidang secara offline, Yusron menegaskan PERMA tersebut secara otomatis gugur dengan keluarnya Keppres.

Share to

Related News

Terpilih Secara Aklamasi dalam Munaslub ...

by • Sep 18 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) ...

PT WSG Beri Klarifikasi dan Testimoni AR...

by • Sep 16 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Pengaduan calon pekerja rumah tangga, Ika Puji Arsih, terhadap PT Wijaya Se...

Dakwaan Jaksa Dianggap Kabur, Eksepsi 4 ...

by • Sep 14 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Empat warga negara Jepang yang menjadi terdakwa perkara dugaan tindak pidan...

PT Kedap Sayaaq Tagih Dokumen Kepailitan...

by • Sep 14 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Polemik kepailitan PT Kedap Sayaaq, perusahaan tambang batu bara berstatus ...

Diduga Palsukan Tanda Tangan Kurator, Pe...

by • Sep 10 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Polemik kepailitan PT Kedap Sayaaq memasuki babak baru. Tim kuasa hukum per...

Rumah Dieksekusi PN Mojokerto Meski Tak ...

by • Sep 08 2026

Jakarta | Jurnalpagi.id Pelaksanaan eksekusi pengosongan rumah di kawasan Pandansili, Kecamatan Trow...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top