TERKINI

Dinyatakan Terbukti Lakukan Penganiayaan, Jaksa Tuntut Ringan Terdakwa Ini. Mau Tau Alasannya?

Apr 13 20221.132 Dilihat

SURABAYA | jurnalpagi.id – Meski dinyatakan terbukti melakukan penganiayaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan tetap menuntut ringan Bobby Hermawan dengan hukuman 4 bulan penjara. Padahal sesuai surat dakwaan, pasal 351 ayat 1 KUHP yang dijeratkan terhadap Bobby menyatakan hukuman maksimal selama 30 bulan penjara atau 2 tahun 8 bulan penjara.

Dalam tuntutannya JPU Suparlan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menyatakan, terdakwa Bobby Hermawan terbukti bersalah melakukan melakukan penganiayaan sebagaimana dalam pasal 351 ayat 1 KUHP. “Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Bobby Hermawan anak dari Aluxhermawan dengan pidana penjara selama 4 bulan,” bunyi tuntutan seperti dikutip dalam situs resmi Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (13/4/2022).

Tuntutan 4 bulan penjara tersebut juga disertai agar terdakwa tetap menjalani proses penahanan. “Dengan perintah supaya terdakwa Bobby Hermawan tetap ditahan,” tulis tuntutan tersebut.

Surat tuntutan tersebut dibacakan JPU Suparlan pada sidang yang digelar di ruang Kartika 2 PN Surabaya pada 6 April lalu. Hingga berita ini diturunkan tercatat terakhir sidang digelar dengan agenda pembacaan nota pledoi (pembelaan).

Dalam dakwaan dijelaskan, aksi Bobby menghajar korbannya terjadi di Perum Graha Natura Blok F-51, Surabaya pada malam hari sekitar bulan September 2021. Kasus ini berawal saat saksi Cristian Jansen Sanjaya menemui korban Hananiel Vincent Tjandra di depan rumahnya. Namun tiba-tiba datang Bobby bersama Edward Jonathan.

Setelah turun dari mobil yang dikendarainya, Bobby langsung memanggil saksi Vincen. Kemudian tiba-tiba Bobby langsung menghajar Vincen tanpa alasan yang jelas.

Akibat aksi main hakim sendiri yang dilakukan Bobby, Vincen mengalami luka-luka. Sesuai hasil visum disimpulkan bahwa Vincen mengalami luka-luka di bagian telinga sebelah kiri. (ndi)

Baca juga :  Polda Jatim Di Pra Peradilankan Setelah Keluarkan SP3 Dua Kali, Dr. Johan Widjaja : Penyidik Tidak Profesional dan Tidak Konsisten

Teks foto: Sidang perkara penganiayaan dengan terdakwa Bobby Hermawan beberapa waktu lalu. Saat itu sidang digelar dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Share to

Related News

Firman Efendi Miliki Sabu Seberat 16 Gra...

by Jan 13 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menggelar sidang perdana perkara peredaran ...

Sidang Dugaan Pemerasan Kepala Dinas Pen...

by Jan 13 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Sidang perkara dugaan pemerasan terhadap Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur...

Alihkan Mobil Xpander Cross Tanpa Perset...

by Jan 09 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Pengadilan Negeri Surabaya kembali menggelar sidang perkara dugaan penggela...

Kitty WNA Belanda Dituntut 7 Tahun Atas ...

by Jan 06 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Kejaksaan Negeri Surabaya akhirnya menjatuhkan tuntutan 7 tahun penjara dis...

Peran Pemuda dalam Mencegah Kekerasan Se...

by Jan 05 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Kekerasan seksual masih menjadi persoalan serius yang terjadi di berbagai l...

Kejari Surabaya Paparkan Capaian Kinerja...

by Jan 01 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Akhir tahun 2025, Kejari Surabaya, beberkan, capaian kinerja. Khususnya, ki...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top