Pasuruan Jurnalpagi.id – Puncak roadshow Kompetisi International Animal Photo dan Video Competition (IAPVC), 2025 telah sukses digelar di Taman Safari Indonesia (TSI), Prigen, Pasuruan, Jawa Timur pada Sabtu, (2/7), siang.
Sebelumnya, agenda serupa di Taman Safari Bogor dan Solo Safari. Dimana di TSI Prigen menjadi penutup paling meriah dengan antusiasme pengunjung yang membludak dan
semangat peserta yang luar biasa. Seluruh area taman dipenuhi pengunjung yang membawa kamera, ponsel, dan menjadi ajang kreativitas mereka untuk ikut serta dalam kompetisi visual satwa terbesar di Indonesia ini.
Tak hanya menyajikan kompetisi, roadshow Prigen kali ini juga ada penampilan beragam aktivitas seru seperti Foto Model tematik bersama satwa dan workshop visual fotografi. Para potografer profesional yang berburu momen terbaik di dalam area safari.
Event tahunan IAPVC ini sudah digelar lebih dari 34 tahun, dan terbuka untuk semua kalangan. Dengan 6 kategori, diantaranya Indonesian Endemic, Wildlife (Nasional & Internasional), Photo Enthusiast (10-18 tahun), Roadshow Category, Sosmed Photo (Kamera HP), Sosmed Video (Reels)
“Tahun ini adalah tahun luar biasa untuk IAPVC. Antusiasme dari Bogor, Solo, dan kini Prigen membuktikan bahwa masyarakat Indonesia sangat bersemangat menyalurkan kreativitas lewat media visual. Kami bangga bisa menjadi bagian dari proses itu.” Hans
Manansang selaku Director of Commercial & Corporate Strategy.
Peserta IAPVC akan diberikan waktu hingga 31 Agustus 2025 untuk mengunggah karya terbaik ke laman resmi yang sudah tersedia dengan hadiah ratusan juta rupiah. Kenapa di Taman Safari Indonesia, perlu di ingat bahwa, TSI adalah tempat rekreasi dan lembaga konservasi kelas dunia yang terletak di enam lokasi dan empat resort di seluruh Indonesia. Taman ini memiliki lebih dari 673 spesies dan 22963 satwa dan menarik lebih dari 5 juta pengunjung setiap tahunnya. Sejak tahun 1980,
TSI juga memiliki peran penting dalam menyelamatkan, merehabilitasi, dan melepaskan ribuan hewan kembali ke alam liar. Sebagai hasilnya TSI telah memiliki sertifikasi internasional dan lebih dari 20 penghargaan nasional atas upayanya dalam bidang konservasi dan rekreasi.
Perjalanan TSI dimulai dengan pembukaan area konservasi satwa liarnya yang pertama, The Great Taman Safari Bogor, di Cisarua, Bogor, pada bulan April 1986. Seiring berjalannya waktu, Taman Safari Indonesia memperluas jejaknya dengan mendirikan The Grand Taman Safari
Indonesia Prigen di Pasuruan, Jawa Timur, pada bulan Desember 1997.(Wan/Adi)
No comments yet.