TERKINI

Ubi Lokal Diolah Lebih Bernilai, Mahasiswa KKN Untag Manfaatkan Toko Kelontong sebagai Basis Usaha

Jan 13 2026205 Dilihat

Oleh Ryandra Wahyu Aditya Bahar, Mahasiswa KKN R10 Desa Mojokembang Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Mojokerto | jurnalpagi.id

Pengembangan usaha olahan ubi berbasis toko kelontong menjadi salah satu upaya strategis dalam mendorong peningkatan nilai jual produk lokal sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Selama ini, ubi sebagai komoditas pangan lokal masih banyak dipasarkan dalam bentuk mentah dengan harga yang relatif rendah, sehingga belum memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi petani dan pelaku usaha kecil.

Melalui inovasi pengolahan ubi menjadi produk bernilai tambah serta pemanfaatan toko kelontong sebagai saluran distribusi utama, masyarakat diharapkan memperoleh akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

Toko kelontong dipilih karena kedekatannya dengan konsumen dan perannya sebagai simpul ekonomi rakyat di lingkungan sekitar.

Mahasiswa tidak hanya dituntut hadir di tengah masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam mengidentifikasi potensi lokal dan menawarkan solusi nyata atas permasalahan ekonomi yang dihadapi warga. Salah satu potensi tersebut adalah ubi sebagai komoditas pangan lokal yang melimpah, namun selama ini masih dipasarkan dalam bentuk mentah dengan nilai jual yang relatif rendah.

Dalam pelaksanaan ini, mahasiswa berperan sebagai fasilitator dan pendamping masyarakat dalam mengembangkan inovasi pengolahan ubi menjadi produk bernilai tambah. Toko kelontong dipilih karena keberadaannya yang dekat dengan masyarakat serta perannya sebagai simpul ekonomi lokal. Melalui kerja sama dengan pemilik toko kelontong, produk olahan ubi hasil kegiatan dapat dipasarkan secara langsung kepada konsumen sekitar.

Pola distribusi ini tidak hanya memperluas akses pasar, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi lokal yang saling mendukung antara produsen dan pelaku usaha kecil.
Konsep pengembangan usaha ini tidak hanya menekankan pada aspek produksi, tetapi juga penguatan manajemen usaha, kualitas produk, dan pengemasan yang menarik. Dengan demikian, olahan ubi berpotensi menjadi produk unggulan lokal yang mampu bersaing di pasar serta meningkatkan daya saing usaha mikro dan kecil.

Baca juga :  Magang pada Kejari Kabupaten Bojonegoro, Mahasiswa FH Untag Surabaya Bahas Tugas Kejaksaan

Selain berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat, pengembangan usaha olahan ubi berbasis toko kelontong juga diharapkan dapat menciptakan peluang usaha baru dan mendorong kemandirian ekonomi lokal. Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian pangan lokal dan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

Langkah ini penting untuk memastikan usaha olahan ubi tidak hanya berjalan sesaat selama program pengabdian masyarakat berlangsung, tetapi dapat terus berkembang setelah mahasiswa selesai melaksanakan pengabdian.

Share to

Related News

Magang pada Kejari Kabupaten Bojonegoro,...

by Mei 05 2026

Jurnalpagi.id | Bojonegoro Profil Penulis : Mochamad Farrel Adhi Pramana Mahasiswa Fakultas Hukum Un...

Magang pada Firma Hukum Syaiful Ma’ari...

by Apr 30 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Profil Penulis : Rivaldi Tri Saputra Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 1...

Mahasiswa FH Untag Surabaya Tuntaskan Pr...

by Apr 20 2026

Profil Penulis : Achmad Qomarul Anam Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya S...

Magang Pada Kantor Hukum, Mahasiswa FH U...

by Apr 20 2026

Profil Penulis : Reyner Xavier Alexander Tungga Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945...

Berkesempatan Magang pada Kejati Jatim, ...

by Apr 12 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Profil Penulis Artikel : Vanessa Adelia Putri Widodo Mahasiswa Fakultas Huk...

Memahami Alur Pengajuan Tim Asesmen Terp...

by Apr 01 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Profil Penulis Opini : Margaretha Dyah Putri Pinileh Mahasiswa Fakultas Huk...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top