Oleh Ryandra Wahyu Aditya Bahar, Mahasiswa KKN R10 Desa Mojokembang Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Mojokerto | jurnalpagi.id
Pengembangan usaha olahan ubi berbasis toko kelontong menjadi salah satu upaya strategis dalam mendorong peningkatan nilai jual produk lokal sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Selama ini, ubi sebagai komoditas pangan lokal masih banyak dipasarkan dalam bentuk mentah dengan harga yang relatif rendah, sehingga belum memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi petani dan pelaku usaha kecil.
Melalui inovasi pengolahan ubi menjadi produk bernilai tambah serta pemanfaatan toko kelontong sebagai saluran distribusi utama, masyarakat diharapkan memperoleh akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.
Toko kelontong dipilih karena kedekatannya dengan konsumen dan perannya sebagai simpul ekonomi rakyat di lingkungan sekitar.
Mahasiswa tidak hanya dituntut hadir di tengah masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam mengidentifikasi potensi lokal dan menawarkan solusi nyata atas permasalahan ekonomi yang dihadapi warga. Salah satu potensi tersebut adalah ubi sebagai komoditas pangan lokal yang melimpah, namun selama ini masih dipasarkan dalam bentuk mentah dengan nilai jual yang relatif rendah.
Dalam pelaksanaan ini, mahasiswa berperan sebagai fasilitator dan pendamping masyarakat dalam mengembangkan inovasi pengolahan ubi menjadi produk bernilai tambah. Toko kelontong dipilih karena keberadaannya yang dekat dengan masyarakat serta perannya sebagai simpul ekonomi lokal. Melalui kerja sama dengan pemilik toko kelontong, produk olahan ubi hasil kegiatan dapat dipasarkan secara langsung kepada konsumen sekitar.
Pola distribusi ini tidak hanya memperluas akses pasar, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi lokal yang saling mendukung antara produsen dan pelaku usaha kecil.
Konsep pengembangan usaha ini tidak hanya menekankan pada aspek produksi, tetapi juga penguatan manajemen usaha, kualitas produk, dan pengemasan yang menarik. Dengan demikian, olahan ubi berpotensi menjadi produk unggulan lokal yang mampu bersaing di pasar serta meningkatkan daya saing usaha mikro dan kecil.
Selain berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat, pengembangan usaha olahan ubi berbasis toko kelontong juga diharapkan dapat menciptakan peluang usaha baru dan mendorong kemandirian ekonomi lokal. Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian pangan lokal dan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
Langkah ini penting untuk memastikan usaha olahan ubi tidak hanya berjalan sesaat selama program pengabdian masyarakat berlangsung, tetapi dapat terus berkembang setelah mahasiswa selesai melaksanakan pengabdian.
No comments yet.