TERKINI

RSUD Grati dan Keluarga Pasien Saling Memaafkan, Akhiri Polemik Viral Kasus Brankar

Nov 14 2025595 Dilihat

Pasuruan Jurnalpagi.id – Video yang memperlihatkan keluarga pasien kebingungan mencari brankar (kasur dorong) saat hendak memulangkan jenazah di RSUD Grati viral di media sosial dan menjadi sorotan publik. Namun, persoalan tersebut kini telah diselesaikan secara baik-baik oleh kedua belah pihak.

Direktur RSUD Grati, dr. Dyah Retno Lestari, menyampaikan permohonan maaf langsung kepada keluarga pasien. Ia menegaskan bahwa pihak rumah sakit akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga. Tadi pagi saya sudah datang langsung ke rumah duka, kami saling memaafkan dan berdiskusi agar kejadian seperti ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” ujar Retno, Kamis (14/11).

Insiden tersebut terjadi pada Rabu (13/11) sekitar pukul 17.00 WIB.
Pasien yang sebelumnya menjalani perawatan karena demam berdarah dengue (DBD) meninggal pukul 16.30 WIB. Saat keluarga hendak membawa jenazah pulang menggunakan ambulans desa, terjadi kebingungan karena brankar tidak tersedia.

Menurut Retno, brankar tersebut ternyata terbawa ambulans desa yang sedang digunakan sopir untuk mengantar pasien lain ke RSUD Bangil. Kondisi yang panik membuat munculnya kesalahpahaman antara petugas dan keluarga.

“Petugas sebenarnya sudah menghubungi sopir ambulans, tetapi karena situasi panik dan koordinasi yang kurang, akhirnya terjadi miskomunikasi,” jelasnya.

Setelah video tersebut viral, RSUD Grati segera melakukan klarifikasi dan menjalin komunikasi dengan keluarga pasien. Pihak rumah sakit berkomitmen meningkatkan koordinasi antarpetugas dan menjamin kesiapsiagaan sarana pendukung pasien.

“Kejadian ini menjadi bahan introspeksi kami agar pelayanan di RSUD Grati semakin baik, cepat, dan tanggap dalam kondisi apa pun,” imbuh Retno.

Sementara itu pihak keluarga pasien, melalui paman korban bernama Soleh, juga menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi.

Baca juga :  Gubernur Jatim Khofifah Meninjau Kesiapan Pelabuhan Jangkar Situbondo Menjelang Arus Mudik Lebaran 2022

“Kami atas nama keluarga juga mohon maaf. Saat itu suasananya panik, ingin segera membawa pulang jenazah untuk dimakamkan. Tidak ada niat membuat gaduh,” ujarnya.

Dengan saling memaafkan, kedua belah pihak sepakat mengakhiri polemik dan berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang.(Wan/Adi)

Share to

Related News

DPRD dan Pemkab Pasuruan Mantapkan Arah ...

by Agu 11 2026

PASURUAN, Jurnalpagi.id — DPRD Kabupaten Pasuruan bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyepakat...

RSUD Bangil Raih Penghargaan Internasion...

by Jul 30 2026

Pasuruan, Jurnalpagi.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil Kabupaten Pasuruan kembali menoreh...

RSUD Grati Beri Layanan Vaksin Internasi...

by Jul 24 2026

Pasuruan, Jurnalpagi.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Grati Kabupaten Pasuruan kini menghadirka...

Pastikan Anak Sehat Masuk Sekolah, RSUD ...

by Jul 01 2026

Pasuruan, Jurnalpagi.id – Menyambut tahun ajaran baru, RSUD Bangil meluncurkan program Paket Medic...

Raperda Pertanggung-jawaban APBD 2025 Di...

by Jun 30 2026

Pasuruan, Jurnalpagi.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan secara resm...

Terima Usulan Bupati, Ketua DPRD Pasurua...

by Jun 18 2026

Pasuruan, Jurnalpagi.id – DPRD Kabupaten Pasuruan menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti usulan...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top