TERKINI

Kecewa Sidang, Kuasa Hukum ini Sebut Ada Saksi Fakta Dihilangkan Dalam BAP

Mar 30 2022928 Dilihat

SURABAYA | jurnalpagi.id – Lim Victory Halim, Komisaris PT Berkat Bumi Citra dan Annie Halim, Dirut PT Bumi Citra Pratama kembali menjalani sidang sebagai terdakwa kasus dugaan penipuan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (30/3/2022). Tiga saksi dihadirkan jaksa penuntut umum untuk dimintai keterangannya pada sidang kali ini.

Dari ketiga saksi yang dihadirkan, hanya satu yang hadir untuk memberikan keterangannya secara langsung di muka persidangan yakni Betty Herlina. Dua saksi lainnya memilih memberikan keterangannya secara teleconference yakni Hadiyanto dan Ferry Wijaya.

Welfried Silalahi, kuasa hukum kedua terdakwa menyebut bahwa dari keterangan saksi-saksi terungkap beberapa fakta persidangan. “Fakta sidang diantaranya, soal adanya saksi yang sudah dikonfrontir hilang di BAP (Berkas Berita Acara, red), ada marketing langsung bernama Hendro yang tidak kami temukan dalam berkas BAP,” ujarnya usai sidang.

Welfried tidak mau berspekulasi atas hilangnya nama Hendro dalam BAP yang digunakan dalam persidangan. Namun, dirinya melihat ada kejanggalan karena ada saksi fakta yang hilang. “Kami tidak bisa menyatakan apapun, tapi memang ada keanehan yang terjadi bahwa ada saksi fakta yang hilang,” tegasnya.

Fakta lain yang terungkap di persidangan adalah dari keterangan saksi marketing dan nasabah yang menyebut bahwa investasi yang ditawarkan bukan dalam bentuk deposito. “Investasi yang ditawarkan adalah Medium Team Note (MTN), bukan deposito,” jelasnya.

Apalagi, lanjut Welfried, para nasabah mengetahui dengan benar bahwa investasi ini tidak dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dan memang tidak ada izin OJK (Otoritas Jasa Keuangan). “Memang investasi MTN tidak harus perlu izin OJK. Dan saat berinvestasi dia (korban) menandatangani perjanjian. Kemudian saat gagal bayar, dia mendapat jaminan berupa tanah. Tapi ketika tadi (korban) ditanya apakah PPJB dilanjut ke AJB, dia mengaku bersedia,” ungkapnya.

Baca juga :  Anggap Gugatan PT Sapta Permata Tak Beralasan Hukum, Hakim Menangkan PT Dove Chemcos Indonesia

Atas dasar tersebut, Welfried tetap yakin bahwa perkara yang menjerat kedua kliennya ini merupakan perkara perdata. “Jadi kami tetap pada pernyataan kami bahwa perkara ini terlalu dipaksakan, karena perkara ini merupakan perkara perdata dan bukan pidana,” tegasnya. (ndi)

Share to

Related News

Terpilih Secara Aklamasi dalam Munaslub ...

by Sep 18 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) ...

PT WSG Beri Klarifikasi dan Testimoni AR...

by Sep 16 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Pengaduan calon pekerja rumah tangga, Ika Puji Arsih, terhadap PT Wijaya Se...

Dakwaan Jaksa Dianggap Kabur, Eksepsi 4 ...

by Sep 14 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Empat warga negara Jepang yang menjadi terdakwa perkara dugaan tindak pidan...

PT Kedap Sayaaq Tagih Dokumen Kepailitan...

by Sep 14 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Polemik kepailitan PT Kedap Sayaaq, perusahaan tambang batu bara berstatus ...

Diduga Palsukan Tanda Tangan Kurator, Pe...

by Sep 10 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Polemik kepailitan PT Kedap Sayaaq memasuki babak baru. Tim kuasa hukum per...

Rumah Dieksekusi PN Mojokerto Meski Tak ...

by Sep 08 2026

Jakarta | Jurnalpagi.id Pelaksanaan eksekusi pengosongan rumah di kawasan Pandansili, Kecamatan Trow...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top