TERKINI

Atasi Dampak Negatif Dari Rendahnya IPK, Gus Mujib Sebut Pentingnya Pemberdayaan Perempuan

Okt 17 2024627 Dilihat

Pasuruan | jurnalpagi.id – Calon Bupati (Cabup) Pasuruan KH Mujib Imron menyebut, cara terbaik mengatasi dampak Indeks Pembangunan Keluarga (IPK) yang masih rendah adalah pemberdayaan perempuan.

Hal itu disampaikan Gus Mujib, sapaan akrab Cabup Pasuruan dalam debat perdana Pilkada Pasuruan yang digelar di Surabaya, Kamis (17/10/2024) malam.

Sebelumnya, panelis menyatakan bahwa Indeks Pembangunan Keluarga (IPK) yang diukur dari ketentraman, kemandirian, kebahagiaan Pasuruan masih rendah dibanding daerah lainnya.

Dampak rendahnya IPK adalah terjadinya kasus menonjol di Pasuruan dan itu berpengaruh erhadap kriminalitas, KDRT, kekerasan anak dan perempuan.

Sekadar informasi, IPK Pasuruan mengalami kenaikan dari 55,21 di tahun 2022 naik menjadi 61,43 persen di tahun 2023. Tapi masih dibawah kabupaten atau kota lainnya.

Menanggapi hal itu, Gus Mujib mengatakan tidak kalah pentingnya pemberdayaan perempuan. Karena perempuan inilah yang memegang kartu.

“Keterlibatan perempuan dalam pembangunan ini juga penting. Apalagi, perempuan juga menjadi tiang agama, kalau perempuan kuat dalam beberapa hal,” katanya.

Jika perempuan itu kuat didalam keimanan, ketaqwaan, dan keilmuan yang mumpuni, mereka bisa menjadi ibu yang menjadikan anaknya anak yang berakhlak, anak yang taat pada agamanya.

Didalam misi yang diusung pasangan MUDAH juga ditekankan tentang religius. Pemerintahan kedepan harus religius birokrasinya untuk menciptakan kebijakan yang baik.

“Cara yang efektif lainnya untuk menekan dampak IPK rendah adalah mewujudkan keluarga maslahah. Karena inilah yang bisa menekan dampak IPK,” terangnya.

Selain, kata Gus Mujib, di satu sisi bersama Ning Wardah juga akan terus bagaimana meningkatkan IPK dengan menyelesaikan beragam persoalan agar mendapatkan solusinya.

“Kami juga akan meminta para guru sebagai pendidik baik di lembaga formal ataupun non formal untuk bisa menanamkan karakter kepada generasi penerus bangsa,” ungkapnya.

Baca juga :  Bakal Hadapi PSGC Ciamis, Persekabpas Latihan Bareng Tim U-20 Jordania

Generasi penerus, kata dia, harus dibentuk sebagai generasi yang memiliki karakter, punya adab, punya unggah-ungguh, dan etika. Orang tua juga punya peran untuk memberi contoh.(wan/adi)

Share to

Related News

Delapan Kader Masuk Bursa Ketua DPC PKB ...

by Mar 29 2026

Pasuruan, Jurnalpagi.id – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten...

PDI Perjuangan– GP Ansor Bangil Buka P...

by Mar 18 2026

Pasuruan, Jurnalpagi.id / DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan bersama GP Ansor Bangil membuka Posk...

DPC PPP Kabupaten Pasuruan Gelar Peringa...

by Mar 16 2026

Pasuruan, Jurnalpagi.id / Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten P...

Ketua DPC PDIP Kabupaten Pasuruan Santun...

by Mar 15 2026

Pasuruan, Jurnalpagi.id – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan H. Arifin menggelar kegiatan...

Momentum Ramadhan, Heru Veri Nurcahya Ba...

by Mar 15 2026

Pasuruan, Jurnalpagi.id / Politisi PDIP Kabupaten Pasuruan, Heru Veri Nurcahya membagikan 1.000 pake...

Takmir dan Nadzir Masjid Cheng Hoo Panda...

by Mar 14 2026

Pasuruan, Jurnalpagi.id – Pengurus takmir dan nadzir Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan masa ba...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top