PASURUAN, Jurnalpagi.id – Sebanyak 50 anggota DPRD Kabupaten Pasuruan menjalani pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU) tahunan di RSUD Bangil, Rabu (14/10/2026) pagi. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai upaya memantau kondisi kesehatan para wakil rakyat agar tetap prima dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Dalam kegiatan tersebut, para anggota dewan menjalani sejumlah tahapan pemeriksaan medis. Mulai dari pemeriksaan fisik, BIA (Bioelectrical Impedance Analysis), EKG, pemeriksaan mata, audiometri, hingga pemeriksaan laboratorium yang meliputi DL dan UL. Rangkaian pemeriksaan juga mencakup radiologi thorax, USG atau abdomen/ABUS, serta pemberian vaksin influenza.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, menjelaskan bahwa MCU merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun bagi seluruh anggota dewan. Menurutnya, pemeriksaan ini penting untuk memastikan kondisi kesehatan tetap terjaga di tengah padatnya aktivitas kedewanan.
“Ini menjadi ikhtiar bersama, agar dewan juga bisa terus menampung aspirasi dan suara rakyat tanpa terkendala masalah kesehatan. Ini penting,” Menurutnya.
Politisi PKB tersebut menambahkan, hasil pemeriksaan nantinya dapat menjadi acuan bagi setiap anggota DPRD untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara lebih menyeluruh. Dengan demikian, apabila ditemukan gangguan kesehatan, langkah penanganan dapat dilakukan lebih awal.
“Kalau memang ada kendala atau gangguan yang dialami anggota dewan, minimal tahu sejak dini dan itu akan mencegah kendala itu semakin parah,” Beber ketua dewan.
Samsul juga menilai, kesibukan dalam menjalankan berbagai agenda kedewanan kerap membuat seseorang kurang memperhatikan kondisi tubuhnya sendiri. Karena itu, MCU menjadi salah satu momentum untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, M Zaini, menyampaikan apresiasinya terhadap fasilitas dan pelayanan yang tersedia di RSUD Bangil. Ia menilai keramahan petugas, kemudahan layanan, serta kelengkapan peralatan medis menjadi nilai tambah bagi rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
“Jadi saya sedikit keluar dari konteks, saya kira perusahaan di Pasuruan harus dan perlu mempertimbangkan RSUD Bangil sebagai rujukan untuk MCU,” paparnya.
Menurutnya, keputusan DPRD Kabupaten Pasuruan memilih RSUD Bangil sebagai tempat pelaksanaan MCU didasarkan pada kemampuan layanan kesehatan yang dinilai telah memadai untuk menunjang pemeriksaan medis.
“Saya mengajak siapapun yang ingin tahu kondisi tubuhnya dengan MCU, tidak perlu jauh ke luar kota, cukup RSUD Bangil saja, sudah bisa dilayani dan hasilnya bagus,” ujarnya
Plt Direktur RSUD Bangil, dr. Tri Dinar Herturini, menjelaskan bahwa terdapat tambahan jenis pemeriksaan pada pelaksanaan MCU tahun ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni BIA.
“BIA adalah metode pemeriksaan non-invasif yang digunakan untuk mengukur dan menilai komposisi tubuh menyeluruh melalui sinyal listrik yang aman dan lemah,” beber Plt Direktur
Ia menjelaskan, pemeriksaan BIA memungkinkan seseorang memperoleh gambaran lebih terperinci mengenai komposisi tubuh. Hasil pemeriksaan tersebut mencakup massa otot beserta distribusinya, persentase lemak tubuh, lemak viseral, serta lemak bawah kulit.
Selain itu, BIA juga memberikan informasi mengenai kadar air atau hidrasi seluler dalam tubuh, massa tulang, Indeks Massa Tubuh (IMT), serta BMR (Basal Metabolic Rate) atau perkiraan laju metabolisme basal.
Dengan rangkaian pemeriksaan tersebut, MCU diharapkan dapat membantu para anggota DPRD Kabupaten Pasuruan mengenali kondisi kesehatannya sejak dini. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran agar pelaksanaan tugas sebagai wakil rakyat dapat berjalan optimal.(Tim/Adi)
No comments yet.