TERKINI

Kitty WNA Belanda Dituntut 7 Tahun Atas Kepemilikan Narkotika

Jan 06 2026326 Dilihat

Surabaya | jurnalpagi.id

Kejaksaan Negeri Surabaya akhirnya menjatuhkan tuntutan 7 tahun penjara disertai denda Rp1 miliar subsider 4 bulan kurungan terhadap warga negara Belanda, Kitty Van Riemsdijk, dalam perkara penyalahgunaan narkotika. Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan Hadiyanto di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (5/1/2026).

Pembacaan tuntutan ini sekaligus mengakhiri rangkaian persidangan yang sempat berulang kali tertunda.

Dalam surat tuntutannya, JPU menegaskan perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur dengan sengaja memiliki dan menguasai narkotika sebagaimana diatur dalam Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta Pasal 435 jo Pasal 138 ayat (2) dan (3) UU RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

“Mengajukan tuntutan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun dan pidana denda Rp1 miliar, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 4 bulan. Menetapkan terdakwa tetap ditahan,” ujar JPU Suparlan saat membacakan tuntutan di ruang sidang Tirta PN Surabaya, di hadapan majelis hakim yang diketuai Ferdinand Marcus.

Jaksa menilai tidak ada alasan pembenar atas perbuatan Kitty. Hal yang memberatkan, kata JPU, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah Republik Indonesia dalam pemberantasan narkotika. Sementara hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan mengaku menyesali perbuatannya.

Tuntutan jaksa juga didasarkan pada keterangan para saksi, mulai dari petugas kepolisian yang menangkap Rico Pramana Kusuma dan Hari Santoso, hingga saksi ahli dari BNN Kota Surabaya, dr. Putri Damayanti, yang menegaskan status barang bukti sebagai narkotika golongan berbahaya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kitty Van Riemsdijk melalui tim penasihat hukumnya dari Orbit menyatakan akan mengajukan nota pembelaan (pleidoi) pada sidang selanjutnya.

Kasus ini bermula dari penangkapan Kitty pada Jumat, 20 Juni 2025 sekitar pukul 12.30 WIB di lobi Apartemen Educity H Building, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya. Penangkapan dilakukan anggota Polrestabes Surabaya setelah menerima informasi terkait dugaan pengiriman narkotika dari luar negeri.

Dari tangan terdakwa, polisi menyita barang bukti berupa 5 bungkus serbuk kokain, 2 bungkus serbuk DMT, 1 paket ketamin dengan total berat 19,33 gram, serta 1 unit iPhone 14.

Seluruh narkotika tersebut dibeli Kitty melalui toko online dengan nilai transaksi mencapai €1.000 atau sekitar Rp18 juta, yang dibayarkan menggunakan mata uang Euro.

Berdasarkan hasil Uji Laboratorium Nomor Lab 05627/NNF/2025, jaksa menegaskan barang bukti positif mengandung kokain dan DMT, yang termasuk Narkotika Golongan I sesuai UU Nomor 35 Tahun 2009 dan Permenkes Nomor 30 Tahun 2023. Sementara ketamin dikategorikan sebagai zat yang pengawasannya sangat ketat.

Dalam persidangan sebelumnya, Kitty berdalih narkotika tersebut digunakan untuk meredakan nyeri neuropatik akibat cedera otak yang dialaminya. Namun, ia mengakui penggunaan kokain dan DMT tidak berdasarkan rekomendasi dokter.

“Saya baru tahu kalau DMT dan kokain dilarang di Indonesia,” kata Kitty di hadapan majelis hakim.

Pengakuan tersebut dinilai jaksa tidak dapat menghapus unsur pidana. Apalagi, Kitty juga mengakui bahwa dokter di Belanda hanya menyarankan Paracetamol dan Oxycodone. Karena Oxycodone tidak tersedia di Indonesia, terdakwa memilih mencari alternatif sendiri melalui internet hingga akhirnya membeli kokain, DMT, dan ketamin.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan pledoi dari penasihat hukum terdakwa, sebelum majelis hakim menjatuhkan putusan.

Share to

Related News

Tersandung Kasus Dugaan Pencabulan, Jan ...

by Agu 14 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Mantan pengurus Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (P...

Digugat PMH, Kuasa Hukum Tergugat Mengac...

by Agu 13 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Sidang perkara gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang melibatkan, Lilik...

Tiga Pejabat Pelindo Nyatakan Pengerjaan...

by Agu 12 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, tim pen...

PT Java Fortis Corporindo Gugat Mantan D...

by Agu 12 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Sengketa pengadaan lahan kawasan industri di Jombang yang diajukan PT Java ...

Hakim Sebut Saksi Beruntung Tak Terseret...

by Agu 06 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Perkara angkutan bawang Bombay yang tak sesuai dengan dokumen membuat Said ...

Pengadilan Tinggi Surabaya Perkenalkan S...

by Agu 06 2026

Surabaya | jurnalpagi.idPengadilan Tinggi Surabaya mulai menerapkan ketentuan baru dalam Kitab Undan...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top