Pasuruan Jurnalpagi.id – Setelah insiden terjatuhnya belasan santri di Popes Dalwa III, kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, pada Senin,(27/10), akhirnya pihak pondok menyampaikan klarifikasi kepada media.
Direktur PP Dalwa, Habib Ali bin Abu Bakar Assegaf bersama tim Kuasa hukum, Maulana Solehudin SH. MH, menyampaikan bahwa kejadian tersbut merupakan musibah yang harus diterima. Belasan santri mengalami luka dan satu diantaranya meninggal dunia.
“Kami, siapapun tidak menginginkan musibah ini terjadi. Kejadian yang tidak disangka oleh siapapun. Tapi kami bertanggung jawan sepenuhnya kepada semua korban yang mengalami luka maupun meninggal dunia”, tutur Habib Ali sapaan akrabnya.
Habib Ali menyampaikan bahwa seluruh keluarga besar ponpes Dalwa merasa berduka atas musibah yang menimpa para santri yang mengalami musibah.
Sementara itu, tim kuasa hukum ponpes Dalwa, Maulana Solahudi SH. MH, mengatakan bahwa kejadian tersebut berawal dari para santri usai mengikuti acara musyawaroh pondok di lantai 2 pada hari Senin,(27/100), malam.
Usai mengikuti acara Musyawaroh para santri keluar ruangan dan berebut saling mendahului untuk turun di tangga menuju kamarnya masing-masing. Dan akhirnya musibah tersebit terjadi. Para santri terjatuh.
” Ponpes Dalwa III masih dalam proses penyelesaian beberapa bagian ruangan pondok. Kejadian terjadi pada bagian tangga saat para santri saling berebut untuk turun usai mengikuti acara”, terang Maul sapaannya.
Usai mendapat laporan adanya musibah tersebut, saat itu juga pihak ponpes langsung membawa para korban ke RSUD Bangil untuk mendapat pertolongan medis secepatnya, dan semua biaya selama perawatan sepenuhnya di tanggung oleh pihak PP Dalwa. (Wan/Adi)
No comments yet.