TERKINI

Hadiri Acara PDIP, Cak Nun : Presiden Sekarang Belum Tepat

Apr 12 2022240 Dilihat

JurnalPagi.id – Tokoh Budayawan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun mengahadiri Acara ‘Sinau Bareng Cak Nun’ yang digelar oleh PDIP, Minggu (10/04/2022) malam.

Dalam acara tersebut, Ayah kandung dari Noe Letto ini memberikan wejangan-wejangan, pendapat yang akhirnya menjadi viral di media sosial.

Seperti biasa hampir  di setiap ceramahnya pasti ada pembahasan mengenai pemerintah. Tidak terkecuali saat menghadiri acara yang di selenggarakan oleh PDIP tersebut.  Dalam acara tersebut, Cak Nun memberikan ceramah yang menyinggung soal presiden.

Berdasarkan cuplikan video yang beredar di media sosial, Cak Nun sempat menyebut pernyataan ‘Presiden sekarang belum tepat’.

Hal itu berawal dari Cak Nun memberikan pandangan mengenai kemajuan Indoneia.

Ia bahkan memberikan gambaran Indonesia menjadi negara maju apabila mampu mengenal sejarah dari generasi sebelumnya.

“Wahai Amerika, wahai Rusia, wahai semua negara negara yang merasa kuat dan adikuasa. Jangan pikir kalian bener-bener berkuasa karena kami adalah bangsa dengan peradaban yang punya skala waktu 18 generasi. Sehingga ilmu kita, manajemen kita akan jauh melebihi kalian semua,” kata Cak Nun.

Kemudian, Cak Nun menyebut bahwa masalah yang dihadapi Indonesia saat ini karena presidennya yang belum tepat.

“Cuman masalahnya sekarang belum tepat presidennya, gitu aja,” imbuhnya.

Namun, karena merasa tak enak lantaran Puan Maharani berada di sampingnya, Cak Nun langsung mencoba menenangkan.

“Jangan marah, jangan marah,” ujarnya.

Cak Nun kemudian memberikan penjelasan mengenai kalimat ‘presiden sekarang belum tepat’ itu. Menurutnya, ia tidak mengatakan hal tersebut sebagai sesuatu yang buruk.

Ia menegaskan, kata ‘belum tepat’. Cak Nun kemudian memberikan perumpamaan sebuah kata dalam bahasa Jawa yaitu ‘bener’ dan ‘pener’.

“Loh, kalau bahasa Jawa tuh ada bener, mbak Puan. Ada pener. Itu sudah bener, tapi belum pener,” jelasnya.

Baca juga :  Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di bantaran sungai Brantas Kabupaten Tulungagung

Selanjutnya, Cak Nun meminta maaf. Ia mengatakan tak maksud untuk mengkritik.

“Mohon maaf ya saya bukan mengkritik. Saya itu penasaran dengan kebesaran Indonesia yang tidak bisa kita wujudkan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Cak Nun berharap agar 2024 mendatang akan ada pemimpin yang membawa kesadaran baru. Sehingga dapat membawa kelahiran Indonesia kembali. (dbs/red)

Share to

Related News

GERAM Lurug Kantor Bupati Tolak Dugaan M...

by Jun 19 2024

Pasuruan | jurnalpagi.id – Dugaan adanya monopoli kegiatan proyek yang ada di lingkungan pemer...

Segenap Pimpinan dan Anggota Dewan Perwa...

by Jun 18 2024

Baca juga :  Roadshow Lomba Foto Dan Video Satwa ke-33 Digelar Di Taman Safari Indonesia

Roadshow Lomba Foto Dan Video Satwa ke-3...

by Jun 15 2024

Pasuruan | jurnalpagi.id – Taman Safari Indonesia kembali menggelar event spesial berskala Int...

Rapimcab Gerindra Rekomendasikan Rusdi S...

by Jun 15 2024

Pasruruan | jurnalpagi.id – Menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (pemilukada) serentak tahun...

H. Juma’in Pendatang Baru Gerindra...

by Jun 06 2024

Pasuruan jurnalpagi.id – Perhelatan politik yang belum lama berlangsung memunculkan nama baru ...

Bahas Pilkada, PPP Jemput Bola Datangi D...

by Jun 06 2024

Pasuruan jurnalpagi.id – Komunikasi antar parpol menjelang pilkada serentak kembali digelar di...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top