TERKINI

PK Ditolak MA, Kuasa Hukum Tatok Poerwanto : Tidak Ada Lagi Alasan Upaya Hukum Lainnya Ditunda

Mar 30 2024764 Dilihat

Jurnalpagi.id | Surabaya

Mahkamah Agung (MA) menolak Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan dokter spesialis mata Moestidjab. Usai PK dinyatakan ditolak, kuasa hukum korban menyebut tidak ada lagi alasan upaya hukum lainnya ditunda.

Dalam putusan PK nomor 1037 Pk/Pdt/2023 tersebut, majelis hakim PK yang diketuai I Gusti Agung Sumanatha menyatakan menolak permohonan PK dari para pemohon. “Menolak permohonan peninjauan kembali dari para pemohon PK yakni Moestidjab, PT Surabaya Eye Clinic atau dikenal dengan Surabaya Eye Clinic,” bunyi amar putusan PK.

Menanggapi ditolaknya PK tersebut, Eduard Rudy, kuasa hukum Tatok Poerwanto mengaku sangat bersyukur. “PK yang diajukan dokter Moestidjab sudah diputus MA. Jadi tidak ada alasan lagi proses hukum lainnya ditunda,” terangnya kepada wartawan, Kamis (28/3/2024).

Selain gugatan perdata, kata Rudy, dokter Moestidjab juga telah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya atas dugaan kelalaian yang menyebabkan orang lain mengalami luka berat dan pemalsuan surat. Laporan tersebut dilakukan oleh Condro Wiryono Poerwanto, anak Tatok Poerwanto yang menjadi korban dan mengalami cacat permanen pada matanya setelah berobat ke Surabaya Eye Clinic.

Rudy mengungkapkan, laporan polisi nomor: LP/B/794/VII/2022/SPKT POLRESTABES SURABAYA dilakukan Condro pada 2022. “Namun saat itu proses hukum tersebut belum bisa berlanjut, karena pihak termohon mengajukan PK,” jelasnya.

Dokter Moestidjab, kata Rudy, hingga saat ini belum menunjukkan itikad baik menjalankan putusan PK. “Dokter itu adalah adalah profesi yang sangat mulia, namun bila ada oknum dokter yang tidak patuh hukum, maka ini akan merusak marwah dari tenaga kesehatan itu sendiri,” pungkasnya.

Perlu dikerahui, perkara ini bermula pada 2016 silam. Saat itu Tatok Poerwanto datang ke Surabaya Eye Clinic, Jalan Jemursari 108 untuk mengobati penyakit katarak di mata kirinya. Saat itu, Tatok ditangani dr Moestidjab dan disarankan operasi. Namun pasca operasi, bapak tujuh anak ini mengalami sakit dan nyeri di mata kirinya.

Baca juga :  Diduga Terlibat Kasus PTSL, Dua Kepala Dusun Ditahan Kejari Sidoarjo

Kemudian Tatok disarankan operasi kembali. Pada operasi kali kedua ini tidak di klinik, tapi di Graha Amerta, RSUD dr Soetomo, Surabaya. Tatok pun menjalani operasi kedua pada 10 Mei 2016. Pada operasi kedua yang awalnya dijanjikan hanya berlangsung 30 menit ini, mendadak molor hingga lima jam. Usai operasi, dokter Moestidjab tidak menemui pasien dan hanya menugaskan asistennya menyampaikan hasil operasi.

Dugaan malpraktik terbongkar, saat pihak keluarga mendapat salinan rekam medis hasil berobat, kondisi mata Tatok Perwanto sudah tidak bisa ditangani. Sebab pada operasi pertama, ada lensa mata yang robek serta pecahan katarak bertaburan di mata pasien.

Share to

Related News

Diduga Palsukan Tanda Tangan Kurator, Pe...

by Sep 10 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Polemik kepailitan PT Kedap Sayaaq memasuki babak baru. Tim kuasa hukum per...

Rumah Dieksekusi PN Mojokerto Meski Tak ...

by Sep 08 2026

Jakarta | Jurnalpagi.id Pelaksanaan eksekusi pengosongan rumah di kawasan Pandansili, Kecamatan Trow...

Didakwa Penipuan, Penasihat Hukum 4 WNA ...

by Sep 07 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Penasihat hukum empat warga negara Jepang yang menjadi terdakwa dalam perka...

Tak Kunjung Terima Unit Apartemen, Tiga ...

by Sep 04 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Tiga pembeli unit apartemen mengajukan gugatan perdata terhadap pengembang ...

PT Java Fortis Corporindo Gugat Nany Wid...

by Sep 03 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Kerugian perusahaan tidak serta-merta membuktikan adanya kesalahan hukum di...

Louis Beri Pengakuan Dianiaya dan Diceki...

by Sep 03 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Rekaman kamera pengawas atau CCTV menjadi bukti yang ditunggu dalam persida...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top