TERKINI

Divonis 5 Tahun Penjara, Saiful Illah Dihukum Bayar 44 Miiar

Des 11 2023520 Dilihat

Surabaya | jurnalpagi.id – Persidangan tindak pidana korupsi dengan terdakwa mantan Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, memasuki agenda putusan dari Majelis Hakim PN Tipikor Surabaya, Senin (11/12/2023) pagi.

Majelis Hakim yang diketuai I Ketut Suarta, membuka sidang dengan dihadiri terdakwa Saiful Ilah. Dalam pembacaan putusan tersebut, terdakwa divonis 5 tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan korupsi dengan menerima gratifikasi sebesar Rp44 miliar dari kepala desa, camat, kepala dinas, hingga pengusaha selama menjabat.

Majelis hakim menyebutkan salah satu hal yang memberatkan yang dilakukan terdakwa selaku kepala daerah dengan kewenangan yang dimiliki, seharusnya berperan aktif untuk mencegah praktik-praktik korupsi di wilayahnya. Tetapi, hal itu tidak dilakukan dan justru terdakwa terlibat dalam melakukan praktik korupsi. 

“Perbuatan terdakwa telah menyebabkan kerugian negara dan hal yang meringankan dimana terdakwa sopan selama persidangan menjadi dan pernah mengabdi di Kabupeten Sidoarjo.

Karena terdakwa dituntut pidana maka haruslah dibebani membayar biaya perkara,” tegas hakim Ketut .

Memperhatikan Pasal 12 b UU Tipikor juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP dan UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana serta peraturan perundangan lain yang bersangkutan.

Mengadili, satu menyatakan terdakwa Saiful Ilah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan dalam pasal Pasal 12 Huruf B Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 Ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Saiful illah oleh karena itu dengan pidana penjara selama lima tahun, denda Rp500 juta, subsider tiga bulan. Menetapkan terdawa tetap ditahan,” ujarnya.

Menjatuhkan pidana tambahan membayar uang pengganti sebesar Rp. 44 Miliar dan apabila dalam waktu satu bulan tidak dibayarkan maka memerintahkan penuntut umum untuk menyita harta terdakwa dan apabila tidak cukup diganti dengan pidana kurungan 3 bulan penjara.

Baca juga :  Ahli Dari LPSK Sebut Korban Penganiayaan Oleh Lettu Laut (K) dr Raditya Bagus Layak Mendapat Restitusi

“Selain itu terdakwa tidak diperkenankan untuk terjun ke dunia politik selama 3 tahun setelah selesai menjalani masa tahanannya,” pungkas Ketut.

Diketahui, KPK pada bulan Maret 2023 kembali menangkap Saiful Ilah setelah beberapa waktu telah bebas dari penjara setelah menjalani vonis pengadilan 3 tahun karena telah melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek PUPR Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2020 silam. (and)

Share to

Related News

Firman Efendi Miliki Sabu Seberat 16 Gra...

by Jan 13 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menggelar sidang perdana perkara peredaran ...

Sidang Dugaan Pemerasan Kepala Dinas Pen...

by Jan 13 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Sidang perkara dugaan pemerasan terhadap Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur...

Alihkan Mobil Xpander Cross Tanpa Perset...

by Jan 09 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Pengadilan Negeri Surabaya kembali menggelar sidang perkara dugaan penggela...

Kitty WNA Belanda Dituntut 7 Tahun Atas ...

by Jan 06 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Kejaksaan Negeri Surabaya akhirnya menjatuhkan tuntutan 7 tahun penjara dis...

Peran Pemuda dalam Mencegah Kekerasan Se...

by Jan 05 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Kekerasan seksual masih menjadi persoalan serius yang terjadi di berbagai l...

Kejari Surabaya Paparkan Capaian Kinerja...

by Jan 01 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Akhir tahun 2025, Kejari Surabaya, beberkan, capaian kinerja. Khususnya, ki...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top