TERKINI

Divonis 5 Tahun Penjara, Saiful Illah Dihukum Bayar 44 Miiar

Des 11 2023131 Dilihat

Surabaya | jurnalpagi.id – Persidangan tindak pidana korupsi dengan terdakwa mantan Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, memasuki agenda putusan dari Majelis Hakim PN Tipikor Surabaya, Senin (11/12/2023) pagi.

Majelis Hakim yang diketuai I Ketut Suarta, membuka sidang dengan dihadiri terdakwa Saiful Ilah. Dalam pembacaan putusan tersebut, terdakwa divonis 5 tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan korupsi dengan menerima gratifikasi sebesar Rp44 miliar dari kepala desa, camat, kepala dinas, hingga pengusaha selama menjabat.

Majelis hakim menyebutkan salah satu hal yang memberatkan yang dilakukan terdakwa selaku kepala daerah dengan kewenangan yang dimiliki, seharusnya berperan aktif untuk mencegah praktik-praktik korupsi di wilayahnya. Tetapi, hal itu tidak dilakukan dan justru terdakwa terlibat dalam melakukan praktik korupsi. 

“Perbuatan terdakwa telah menyebabkan kerugian negara dan hal yang meringankan dimana terdakwa sopan selama persidangan menjadi dan pernah mengabdi di Kabupeten Sidoarjo.

Karena terdakwa dituntut pidana maka haruslah dibebani membayar biaya perkara,” tegas hakim Ketut .

Memperhatikan Pasal 12 b UU Tipikor juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP dan UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana serta peraturan perundangan lain yang bersangkutan.

Mengadili, satu menyatakan terdakwa Saiful Ilah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan dalam pasal Pasal 12 Huruf B Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 Ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Saiful illah oleh karena itu dengan pidana penjara selama lima tahun, denda Rp500 juta, subsider tiga bulan. Menetapkan terdawa tetap ditahan,” ujarnya.

Menjatuhkan pidana tambahan membayar uang pengganti sebesar Rp. 44 Miliar dan apabila dalam waktu satu bulan tidak dibayarkan maka memerintahkan penuntut umum untuk menyita harta terdakwa dan apabila tidak cukup diganti dengan pidana kurungan 3 bulan penjara.

Baca juga :  Sidang Lanjutan Praperadilan Yang Diajukan Lie David Linardi Memasuki Babak Pelengkapan Bukti Oleh Polda Jatim

“Selain itu terdakwa tidak diperkenankan untuk terjun ke dunia politik selama 3 tahun setelah selesai menjalani masa tahanannya,” pungkas Ketut.

Diketahui, KPK pada bulan Maret 2023 kembali menangkap Saiful Ilah setelah beberapa waktu telah bebas dari penjara setelah menjalani vonis pengadilan 3 tahun karena telah melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek PUPR Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2020 silam. (and)

Share to

Related News

PN Surabaya Menolak Gugatan PT Best Crus...

by Jun 15 2024

Surabaya | jurnalpagi.id – Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang diajukan PT Best Crusher...

Taufan Dzaky Athallah Sebut Menjadi Advo...

by Jun 10 2024

Surabaya | jurnalpagi.idYayasan Pendampingan dan Bantuan Hukum Indonesia atau disebut YPBHI selaku p...

Kades Saikhu Bantah Soal Dugaan Penipuan...

by Mei 31 2024

Pasuruan | jurnalpagi.id – Didampingi penasehat hukumnya, Saikhu, Kepala Desa(kades) Orobulu, ...

Wang Suwandi Terdakwa Perkara Penipuan d...

by Mei 31 2024

Surabaya | jurnalpagi.id Wang Suwandi, terdakwa perkara penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 1 m...

Barang Bukti Perkara Pidana Periode Dese...

by Mei 31 2024

Surabaya | jurnalpagi.id Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak melakukan pemusnahan barang bukti d...

Peringati Harkitnas, PMII Surabaya Suara...

by Mei 21 2024

Jurnalpagi.id | Surabaya – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Kota Surabaya menggelar...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top