TERKINI

Sempat Buron, Mantan Kasek Ini Akhirnya Dijebloskan Ke Medaeng. Pingin Tahu Kasusnya?

Mei 11 2022798 Dilihat

SURABAYA | jurnalpagi.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya berhasil menangkap Ali Shodiqin, mantan Kepala Sekolah SMP Lab School Surabaya, Rabu (11/5/2022). Usai ditangkap, terpidana perkara pencabulan anak di bawah umur di Sidoarjo ini langsung dieksekusi ke Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Surabaya.

Khristiya Lutfiasandhi, Kepala Seksi Intelijen (Kasintel) Kejari Surabaya mengatakan, Ali diamankan di sekitar Trosobo, Sidoarjo. “Terpidana ditangkap saat berada di sekitar rumah orang tuanya pada jam 11.00 WIB.

Saat ditangkap, Ali hanya bisa pasrah tanpa melakulan perlawanan. “Terpidana ditangkap tanpa melakukan perlawanan” kata Khristiya.

Kemudian petugas Korps Adhyaksa langsung membawa Ali ke Rutan Kelas 1 Surabaya di Medaeng, Sidoarjo untuk menjalani hukuman yang telah berkekuatan hukum tetap. “Sesuai putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor: 2008 K/Pid.Sus/2021 tertanggal 2 Agustus 2021, Ali harus menjalani pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp 60 juta, subsider 2 bulan kurungan,” jelasnya.

Sesuai putusan MA, lanjut Khristiya, Ali dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana kekerasan dan perbuatan cabul terhadap anak secara berlanjut sebagaimana diatur di dalam pasal 80 jo pasal 76C UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Perlu diketahui, Ali Shodiqin yang menjabat sebagai kepala sekolah SMP Lab School Surabaya melakukan aksi pencabulan terhadap beberapa murid laki-laki pada 2018 silam. Akibatnya perbuatan bejat Ali, korban mengalami ketakutan dan trauma. Orang tua para murid yang akhirnya mengetahui hal tersebut kemudian melaporkannya ke Polda Jatim.

Saat diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Ali Shodiqin divonis hukuman penjara selama 10 bulan. Vonis tersebut jomplang dari tuntutan 6 tahun penjara yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Tak terima, JPU langsung mengajukan banding.

Baca juga :  Anak Perwira Polisi Jadi Kurir Peredaran Narkotika Diadili

Sayangnya putusan di tingkat banding justru menguatkan vonis PN Surabaya. Majelis hakim Pengadilan Tinggi Jatim juga memvonis Ali dengan hukuman 10 bulan penjara. JPU pun akhirnya menempuh upaya hukum kasasi ke MA.

Kerja keras Korps Adhyaksa akhirnya membuahkan hasil setelah majelis hakim MA meralat vonis 10 bulan penjara terhadap Ali. Hakim agung justru merubah vonis terhadap Ali menjadi 5 tahun penjara. (ndi)

Share to

Related News

Diduga Palsukan Tanda Tangan Kurator, Pe...

by Sep 10 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Polemik kepailitan PT Kedap Sayaaq memasuki babak baru. Tim kuasa hukum per...

Rumah Dieksekusi PN Mojokerto Meski Tak ...

by Sep 08 2026

Jakarta | Jurnalpagi.id Pelaksanaan eksekusi pengosongan rumah di kawasan Pandansili, Kecamatan Trow...

Didakwa Penipuan, Penasihat Hukum 4 WNA ...

by Sep 07 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Penasihat hukum empat warga negara Jepang yang menjadi terdakwa dalam perka...

Tak Kunjung Terima Unit Apartemen, Tiga ...

by Sep 04 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Tiga pembeli unit apartemen mengajukan gugatan perdata terhadap pengembang ...

PT Java Fortis Corporindo Gugat Nany Wid...

by Sep 03 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Kerugian perusahaan tidak serta-merta membuktikan adanya kesalahan hukum di...

Louis Beri Pengakuan Dianiaya dan Diceki...

by Sep 03 2026

Surabaya | jurnalpagi.id Rekaman kamera pengawas atau CCTV menjadi bukti yang ditunggu dalam persida...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top