Pasuruan Jurnalpagi.id – Senyum Halifah Alifatussa’diyyah merekah siang itu di halaman Job Fair Kabupaten Pasuruan 2025. Perempuan muda penyandang disabilitas tersebut melangkah penuh semangat di tengah ribuan pencari kerja yang memadati lokasi sejak pameran dibuka, Rabu (24/9). Baginya, job fair bukan sekadar bursa kerja, melainkan pintu harapan.
Selama ini, Halifah bekerja sebagai pramusaji di sebuah toko mebel dengan penghasilan pas-pasan. Ia berharap job fair tahun ini membuka peluang lebih besar bagi penyandang disabilitas.
“Harapannya ke depan lebih banyak perusahaan membuka lowongan untuk disabilitas. Jujur saja, sangat sulit mencari pekerjaan,” ujarnya.
Job Fair Pasuruan 2025 digelar selama dua hari, 24–25 September, menghadirkan 41 perusahaan dari berbagai sektor dengan total 3.437 lowongan. Antusiasme masyarakat sangat tinggi; lebih dari 5.000 pencari kerja tercatat mengikuti. Dari jumlah itu, 33 di antaranya merupakan penyandang disabilitas yang turut berkompetisi mendapatkan pekerjaan layak.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasuruan, Heru Farianto, menyebut job fair sebagai langkah nyata menekan angka pengangguran terbuka. “Alhamdulillah, tahun ini tingkat pengangguran terbuka sudah turun dari 5,58 persen menjadi 5,05 persen. Kami ingin tren positif ini terus berlanjut,” katanya.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Tri Widya Sasongko. Ia menegaskan bahwa job fair menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
“Job fair harus menjadi agenda rutin, minimal dua kali setahun. Ini bukan hanya soal rekrutmen, tetapi juga membuka ruang agar tenaga kerja lokal lebih berdaya saing,” ujarnya.
Di antara gemerlap stan perusahaan, kisah Halifah menggambarkan wajah lain dari pasar kerja: masih adanya tantangan besar bagi kelompok rentan. Namun kehadirannya juga membawa pesan penting bahwa kesempatan harus bisa diakses semua orang.
Dengan mengusung tema “Optimalisasi Talenta Unggul”, job fair tahun ini menghadirkan ruang bertemunya harapan dan peluang. Harapan itu semakin nyata ketika sejumlah perusahaan mulai membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas. PT Jatim Autocomp Indonesia (JAI), misalnya, telah mempekerjakan 33 karyawan difabel.
“Kami sudah mempekerjakan 33 penyandang disabilitas, dan jumlahnya akan terus bertambah sesuai kebutuhan perusahaan,” ujar Novi, staf JAI.
Job Fair Pasuruan 2025 akhirnya bukan sekadar pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan, tetapi momentum menuju pasar kerja yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi semua.(Wan/Adi)
No comments yet.