TERKINI

Kejaksaan Agung Tetapkan Anggota BPK Achsanul Qosasi Sebagai Tersangka Korupsi Menara BTS

Nov 03 2023119 Dilihat

Jakarta | Jurnalpagi.id – Kejaksaan Agung RI resmi menetapkan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan menara BTS 4G Kominfo,hari ini, Jumat (3/11). Achsanul menjadi tersangka ke 16 dalam kasus dugaan korupsi Menara BTS4G Kemenkominfo.

“Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif dan dikaitkan dengan alat bukti. Tim berkesimpulan cukup bukti menetapkan sebagai tersangka. Setelah kami periksa kesehatan yang bersangkutan kami tahan di Rutan Salemba,” ucap Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kuntadi

Kuntadi menyebut Achsanul dijerat Pasal 12 b 12 e atau pasal 5 ayat 1 jo pasal 15 uu tipikor atau pasal 5 ayat 1 tentang Pencegahan dan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Dia menjelaskan bahwa Achsanul diduga menerima uang Rp40 miliar di sebuah hotel di Jakarta Pusat pada Juli 2022 lalu. 

“Diduga telah menerima Rp40 miliar dari IH melalui saudara SR dan WP,” terang Kuntadi.

Sebelumnya, Achsanul diperiksa Kejaksaan Agung pada Jumat. Dia diperiksa lantaran sebelumnya sempat disebut-sebut dalam persidangan kasus dugaan korupsi menara BTS 4g Kemenkominfo.

Berawal dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejagung memeriksa mantan Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia, Galumbang Menak sebagai terdakwa dalam kasus tersebut.

Dia membeberkan nama AQ, inisial dari Achsanul Qosasi, dalam persidangan. Hal itu dikatakan saat pendalaman soal aliran dana sebesar Rp40 miliar ke BPK RI.

Galumbang menegaskan dirinya tidak menyimpulkan keterlibatan Prof. AQ, termasuk saat berita acara pemeriksaan (BAP).

“Saya tidak simpulkan ada AQ di dalam BPK. Di BAP, saya tidak pernah menyimpulkan ada AQ di situ,” tegas Galumbang.

Setelah namanya disebut dalam persidangan, Achsanul Qosasi buka suara. 

Achsanul sebelumnya mengaku siap hadir bila dipanggil Kejagung untuk dimintai keterangan dalam kasus tersebut.

Ia menegaskan masih teguh pada pendiriannya untuk selalu konsisten dalam membantu penegakan hukum. Termasuk Kejagung yang dikabarkan bakal memanggil dirinya untuk dimintai klarifikasi.

“Terkait dengan fakta persidangan di mana ada yang menyebutkan chat WA di antara mereka yang menyebut inisial nama saya. Saya bisa sampaikan bahwa memang yang memeriksa dan mengaudit proyek tersebut adalah saya selaku AKN III BPK RI,” katanya.

Share to

Related News

Dewan Perwakilan Mahasiswa FH Untag Sura...

by Jun 22 2024

Surabaya | jurnalpagi.id Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Hukum Untag Surabaya menggelar se...

PN Surabaya Menolak Gugatan PT Best Crus...

by Jun 15 2024

Surabaya | jurnalpagi.id – Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang diajukan PT Best Crusher...

Taufan Dzaky Athallah Sebut Menjadi Advo...

by Jun 10 2024

Surabaya | jurnalpagi.idYayasan Pendampingan dan Bantuan Hukum Indonesia atau disebut YPBHI selaku p...

Kades Saikhu Bantah Soal Dugaan Penipuan...

by Mei 31 2024

Pasuruan | jurnalpagi.id – Didampingi penasehat hukumnya, Saikhu, Kepala Desa(kades) Orobulu, ...

Wang Suwandi Terdakwa Perkara Penipuan d...

by Mei 31 2024

Surabaya | jurnalpagi.id Wang Suwandi, terdakwa perkara penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 1 m...

Barang Bukti Perkara Pidana Periode Dese...

by Mei 31 2024

Surabaya | jurnalpagi.id Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak melakukan pemusnahan barang bukti d...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top