Daniel Yulius Caesar • Nov 24 2025 • 148 Dilihat

Profil Mahasiswa : Bintang Airlangga Definzky Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Surabaya | Jurnalpagi.id
Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) memiliki fungsi vital sebagai lembaga legislatif daerah. Di lingkungan DPRD Kota Surabaya, dinamika politik dan pengambilan keputusan tidak hanya berlangsung dalam rapat-rapat resmi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh peran fraksi-fraksi yang menjadi motor penggerak konsolidasi sikap politik anggota dewan. Berada di bawah naungan kepengurusan partai, fraksi menjadi salah satu instrumen penting yang menentukan arah kebijakan daerah, khususnya dalam penyusunan peraturan daerah, pengawasan pemerintah kota, dan penetapan prioritas pembangunan.
Selama menjalani magang di DPRD Kota Surabaya, penulis menyaksikan langsung bagaimana fraksi berfungsi sebagai ruang strategis bagi anggota dewan untuk merumuskan sikap politik dan menyatukan pandangan sebelum masuk ke meja rapat legislatif. Dengan keberagaman partai politik yang ada, fraksi hadir untuk memastikan setiap anggota menjalankan mandat politik partai secara terstruktur, namun tetap dalam kerangka kepentingan publik Kota Surabaya.
1. Menyatukan Sikap Politik Anggota DPRD
Fraksi adalah jantung konsolidasi politik di DPRD. Setiap rencana kebijakan, rancangan peraturan daerah (Raperda), hingga keputusan penting terkait anggaran daerah, terlebih dahulu dibahas dalam internal fraksi. Hal ini memastikan setiap anggota dari partai yang sama memiliki arah dan posisi politik yang selaras. Konsolidasi ini juga penting untuk menjaga efektivitas pengambilan keputusan di tingkat komisi dan rapat paripurna.
2. Mengusulkan Anggota pada Alat Kelengkapan DPRD
Fraksi memiliki kewenangan menentukan anggota yang akan ditempatkan pada komisi-komisi, Badan Anggaran, Badan Pembentukan Perda, Badan Kehormatan, dan alat kelengkapan lainnya. Penempatan anggota bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari strategi politik untuk memastikan partai berperan optimal dalam fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.
Komisi-komisi menjadi ruang kerja yang sangat aktif membahas isu-isu lokal, seperti penataan kota, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Kehadiran anggota fraksi di komisi mempengaruhi seberapa kuat suara partai di isu-isu tersebut.
3. Menentukan Sikap Fraksi terhadap Raperda dan APBD
Setiap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) melalui proses politik yang panjang. Sebelum memasuki tahap pembahasan, fraksi-fraksi melakukan kajian internal dan merumuskan sikap resmi. Sikap tersebut kemudian disampaikan melalui juru bicara fraksi dalam rapat paripurna. Di sinilah terlihat bagaimana perbedaan orientasi politik antarfraksi menghasilkan dialektika yang sehat dalam merumuskan kebijakan publik.
Begitu pula dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), fraksi memainkan peran vital dalam menilai efektivitas program pemerintah kota, memprioritaskan kepentingan masyarakat, serta mengawasi efisiensi penggunaan anggaran.
4. Melakukan Pengawasan terhadap Pemerintah Kota dan Anggota Fraksi
Fraksi tidak hanya mengatur arah politik anggota, tetapi juga melakukan fungsi pengawasan, baik terhadap anggota fraksi maupun terhadap jalannya pemerintahan kota. Pengawasan ini mencakup evaluasi kebijakan Wali Kota, penilaian program pemkot, dan pemeriksaan apakah kebijakan tersebut selaras dengan kepentingan masyarakat Surabaya.
Fraksi juga bertanggung jawab menjaga kedisiplinan anggotanya agar tetap berpegang pada etika dan integritas dalam menjalankan tugas. Dalam praktiknya, jika terjadi pelanggaran yang dilakukan anggota fraksi, mekanisme internal dapat digunakan untuk memberikan peringatan atau sanksi.
5. Menjadi Pusat Pendidikan Politik dan Penguatan Kapasitas Anggota
Di luar fungsi legislatif, fraksi juga menjadi ruang belajar politik bagi anggota dewan. Dalam beberapa kesempatan, penulis melihat bagaimana fraksi menyelenggarakan rapat internal, diskusi kebijakan, hingga pembekalan etika yang secara langsung memperkuat kapasitas anggota dalam menjalankan fungsi kedewanan. Hal ini sangat penting mengingat dinamika masalah perkotaan seperti transportasi, perencanaan ruang, dan penanganan sosial membutuhkan kapasitas legislator yang terus diperbarui.
6. Menjembatani Komunikasi antara Partai Politik dan DPRD
Fraksi merupakan perantara resmi antara struktur partai politik dan lembaga DPRD. Setiap aspirasi, instruksi, maupun evaluasi dari DPC, DPD, hingga DPP partai, disalurkan melalui fraksi. Hubungan ini memastikan sinergi antara kebijakan pusat partai dan kepentingan masyarakat lokal Surabaya tetap terjaga dalam setiap pengambilan keputusan.
Profil Mahasiswa : Sheva Gelombang Bernadine Surabaya | jurnalpagi.id Di balik lancarnya bisnis otom...
Artikel Oleh Isman Remson Tallalus 1312200274 Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Surabaya | jur...
Artikel Oleh : Ahmad Raihan Vianda Putra Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Surabaya | jurnalpa...
Oleh Muhammad Gilang Ramadhan Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Surabaya | jurnalpagi.id Dalam...
Artikel Oleh Zahi Rayyan Tsabit Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Surabaya | jurnalpagi.id Dun...
Surabaya | jurnalpagi.idDewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 ...

No comments yet.