TERKINI

Ulama, Kiai, dan Pimpinan Ponpes di Banten Nyatakan Sikap: Tolak Presiden 3 Periode

Apr 06 2022817 Dilihat

JurnalPagi.id – Sejumlah ulama, kiai, dan pimpinan pondok pesantren menolak jabatan presiden tiga periode.

Penolakan itu melansir video yang diunggah di akun YouTube milik Al FaQir_official berjudul “Pernyataan Sikap Ulama Banten Menolak Presiden 3 Periode”.

Dalam video berdurasi 1.55 menit itu, terlihat 12 orang tokoh agama di Banten.

Satu di antaranya adalah Kiai H Jawari, ketua Gerakan Pengawal Serang Madani (GPSM).

Dihubungi Jurnalpagi.id, Rabu (6/4/2022), Jawari mengakui dalam video itu adalah pernyataannya hasil musyawarah para asatidz dan ulama.

“Itu sebuah jawaban dari statemen mantan Bupati Lebak yang menyatakan bahwa ulama Banten sepakat tiga periode,” katanya.

Menurut dia, pernyataan mantan Bupati Lebak itu dilontarkan saat Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Lebak, Kamis (31/3/2022).

“Ulama yang mana? Langsung kami berikan jawaban itu, sebagai mewakili para ulama yang ada di Banten. Bahwa para ulama di Banten menolak presiden tiga periode,” ujarnya.

Menurut Jawari, dalam video itu adalah perwakilan sejumlah ulama kiai yang ada di Kota Serang, Pandeglang, Tangerang, dan beberapa perwakilan ulama di Banten.

“Sejumlah ulama di Banten mayoritas menolak, mungkin ada saja beberapa yang setuju tapi hanya segelintir orang,”
Dia berharap apa yang disampaikan itu bisa tembus ke Istana, bahwa ulama di Banten menolak Presiden tiga periode.

Mendukung Gerakan Masyarakat Sipil
Dalam video yang diunggah itu, mereka bersikap dengan menyatakan menolak presiden tiga periode.

“Kami ulama kiai pimpinan pesantren dan asatiz se-Banten, menyatakan, satu, kami mendukung gerakan masyarakat sipil untuk melaksanakan suksesi kepemimpinan melalui pemilu sesuai konstitusi demi keutuhan bangsa dan negara,” katanya dalam video yang dikutip jurnalpagi.id, Rabu (6/4/2022).

Baca juga :  GSNI Gandeng Smatag Surabaya Gelar Seminar Perkuat Karakter Kebangsaan Bagi Generasi Muda

Kedua, disampaikan bahwa tidak ada kesepakatan ulama Banten untuk mendukung gerakan tiga periode.

Ketiga, para kiai mengaku mendukung penegak hukum untuk bersikap tegas terhadap penista agama yang berpotensi memecah belah bangsa.

Keempat, para kiai mendesak pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga demi menyejahterakan kesejahteraan rakyat indonesia

“Kelima, bila pemerintah cenderung membiarkan penista agama dan membiarkan harga terus melangit, maka perlu dipertimbangkan,” ujarnya.

Pertimbangan itu adalah pelaksanaan pemilu yang dipercepat demi keselamatan bangsa dan negara.

Setelah mengucapkan pernyataan tersebut, para kiai pun langsung mengucap takbir sebanyak tiga kali. (jpm)

Share to

Related News

Peran Divisi Legal dalam Menjaga Kepasti...

by Nov 28 2025

Profil Mahasiswa : Sheva Gelombang Bernadine Surabaya | jurnalpagi.id Di balik lancarnya bisnis otom...

Magang pada DPRD Kota Surabaya, Mahasisw...

by Nov 24 2025

Profil Mahasiswa : Bintang Airlangga Definzky Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 S...

Mahasiswa FH Untag Surabaya Bahas Anak S...

by Nov 16 2025

Artikel Oleh Isman Remson Tallalus 1312200274 Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Surabaya | jur...

Magang Pada PT Kerta Rajasa Raya, Ahmad ...

by Nov 09 2025

Artikel Oleh : Ahmad Raihan Vianda Putra Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Surabaya | jurnalpa...

Mahasiswa FH Untag Surabaya Banyak Belaj...

by Nov 09 2025

Oleh Muhammad Gilang Ramadhan Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Surabaya | jurnalpagi.id Dalam...

Magang Pada PT Kerta Rajasa Raya Mahasis...

by Nov 09 2025

Artikel Oleh Zahi Rayyan Tsabit Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Surabaya | jurnalpagi.id Dun...

No comments yet.

Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
back to top